ASG Hadirkan Harapan, Permudah Penyandang Disabilitas Mendapatkan Akses Layanan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Setiap manusia memiliki keinginan untuk hidup mandiri, berkarya, dan memperoleh kesempatan yang sama. Termasuk mereka yang menjalani kehidupan dengan berbagai kondisi disabilitas.
Sayangnya, kesempatan tersebut tidak selalu mudah diperoleh. Hambatan administrasi, keterbatasan informasi, dan akses layanan yang belum merata masih menjadi tantangan bagi sebagian penyandang disabilitas.
Kondisi itulah yang menjadi salah satu perhatian Agung Sedayu Group (ASG) dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaannya.
Melalui CSR PIK2, perusahaan berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mendukung pemenuhan hak dan kemandirian penyandang disabilitas.
Salah satu wujudnya terlihat melalui kegiatan fasilitasi akses Kartu Penyandang Disabilitas (KPD) yang diselenggarakan di Marketing Gallery Sedayu Indo City, PIK, Jakarta Utara, pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut mempertemukan penyandang disabilitas binaan Yayasan Deo Caritas Eterna dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap aksesibilitas dan kesetaraan.
ASG melalui CSR PIK2 berkolaborasi dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND), PIKCare Medika, serta PT Alat Bantu Dengar Indonesia (ABDI) untuk memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada peserta.
Tidak hanya mendengarkan pemaparan, para peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan bantuan penerbitan surat keterangan disabilitas sebagai dokumen pendukung pengurusan KPD.
Dalam dokumentasi kegiatan, tampak para peserta mengikuti sosialisasi bersama, menjalani pemeriksaan kesehatan, hingga terlibat dalam aktivitas kreatif.
Suasana tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan sosial dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai individu dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam.
Kepedulian yang Memberi Kesempatan
Agung Sedayu Group memandang pentingnya memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Komitmen itu tidak berhenti pada penyediaan fasilitas kegiatan, tetapi juga pada upaya membangun hubungan dengan komunitas penyandang disabilitas.
Melalui kesempatan berkarya dan dukungan akses layanan, perusahaan ingin mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan sosial yang semakin inklusif.
Bagi penyandang disabilitas, kesempatan mendapatkan informasi secara langsung mengenai hak dan layanan yang tersedia memiliki arti penting.
Pemahaman mengenai KPD, misalnya, membantu mereka mengetahui mekanisme pendataan serta tahapan administrasi yang perlu dipenuhi sesuai ketentuan pemerintah.
Source link
