News

Kelenteng Tian Fu Gong PIK Gelar Perayaan Dua Dewa-Dewi, Ribuan Umat Hadir



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kelenteng Tian Fu Gong di kawasan Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, kembali menggelar kegiatan keagamaan dan budaya yang terbuka bagi masyarakat.

Kali ini, kelenteng yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Sanggar Sinar Suci tersebut mengadakan perayaan hari kebesaran Dewa Er Lang Shen dan Dewi Jiu Tian Xuan Nu, Sabtu (17/10/2026).

Ketua Umum Yayasan Sanggar Sinar Suci Soegiandi mengatakan, perayaan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin kelenteng untuk memperkenalkan ajaran dan keteladanan para dewa-dewi dalam tradisi Tridharma.

Menurut dia, kegiatan serupa hampir setiap bulan diselenggarakan dengan memperingati hari kebesaran dewa-dewi yang berbeda.

“Kita hampir setiap bulan ada perayaan untuk dewa-dewi lain. Kebetulan bulan ini waktunya berdekatan antara Dewa Er Lang Shen dan Dewi Jiu Tian Xuan Nu,” kata Soegiandi.

Dia menjelaskan, perayaan tersebut berpotensi menarik ribuan pengunjung sebagaimana kegiatan keagamaan yang telah diselenggarakan sebelumnya.

Berdasarkan pengalaman pengelola, jumlah pengunjung dalam perayaan serupa biasanya berkisar antara 8.000 hingga 10.000 orang.

Selain pelaksanaan sembahyang, penyelenggara menyiapkan kegiatan pengenalan ajaran Tao dan sejumlah hiburan untuk menambah wawasan pengunjung mengenai kebudayaan Tionghoa.

Soegiandi menjelaskan, Dewa Er Lang Shen dikenal sebagai simbol penegakan kebenaran. Sementara itu, Dewi Jiu Tian Xuan Nu memiliki makna kebijaksanaan yang berkaitan dengan kisah Kaisar Huang Di dalam tradisi Tiongkok kuno.

Kedua sosok tersebut diharapkan dapat memberikan pelajaran moral yang relevan bagi kehidupan masyarakat.

“Umat Tridharma menyembahyangi para dewa-dewi ini untuk menjadikannya sebagai teladan bagi umat manusia,” ujarnya.

Menariknya, pihak pengelola tidak membatasi kegiatan kebersamaan hanya untuk umat yang mengikuti sembahyang.

Masyarakat dari berbagai kalangan juga dapat menikmati hidangan yang disediakan dalam rangkaian perayaan tersebut.

Soegiandi menegaskan seluruh makanan yang dibagikan dalam kegiatan itu menggunakan menu halal agar bisa dinikmati bersama.

“Kita memberikan kesempatan kepada seluruh umat Tridharma dan juga masyarakat di sekitar kita. Setiap kali perayaan, makanan kita halal sehingga bisa dinikmati semua kalangan,” tuturnya.

Perayaan pada 17 Oktober tersebut sekaligus menjadi kegiatan sembahyang mengawali hari kebesaran Dewi Jiu Tian Xuan Nu yang jatuh pada keesokan harinya.

Tradisi sembahyang menjelang hari besar, lanjut Soegiandi, juga diterapkan dalam kegiatan ibadah rutin kelenteng pada tanggal tertentu dalam penanggalan Imlek.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *