News

Bocoran Siapa Pengganti Gibran Jika Dimakzulkan, Projo: Akan Ribut Besar



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sekretaris Jenderal PROJO Freddy Alex Damanik mempertanyakan sosok yang akan menggantikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka jika wacana pemakzulan benar-benar bergulir.

Ia mengingatkan, upaya mengganti wakil presiden bukan sekadar persoalan pergantian figur, tetapi juga berpotensi memicu ketegangan politik di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Freddy menilai, wacana pemakzulan Gibran perlu dilihat secara lebih luas, termasuk dampaknya terhadap konfigurasi koalisi, hubungan antarkekuatan politik, dan stabilitas pemerintahan.

“Pertanyaan yang paling mendasar hari ini adalah, siapa yang mau menggantikan Gibran? Kalau dia dimakzulkan, itu ribut besar lagi,” kata Freddy dalam acara Gestur Nusantara TV dikutip pada Senin (19/10/2026).

Menurut dia, persoalan tersebut tidak berhenti pada tuntutan terhadap Gibran. Perubahan posisi wakil presiden juga berpotensi membuka kembali perdebatan mengenai representasi politik dan keseimbangan kepentingan partai-partai dalam koalisi pemerintahan.

Freddy mempertanyakan apakah figur lain yang beredar dalam percakapan politik dapat menjadi alternatif tanpa memunculkan persoalan baru di antara elite partai.

Freddy kemudian mengaitkan polemik tersebut dengan keputusan Presiden ke-7 RI Joko Widodo mendukung Prabowo Subianto menggandeng Gibran sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Menurut Freddy, Jokowi pernah menjelaskan bahwa dukungan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga koalisi politik agar tidak terpecah sekaligus memastikan agenda kemajuan Indonesia tetap menjadi prioritas.

Bagi Freddy, pengalaman politik sebelumnya menunjukkan bahwa perubahan komposisi dukungan tidak selalu berlangsung mulus. Pergeseran tersebut dapat memunculkan ketegangan baru, terutama ketika menyangkut pembagian peran dan kepentingan di antara partai-partai.

Ia pun mengingatkan bahwa dinamika serupa berpotensi kembali terjadi menjelang Pilpres 2029.

“Bukan tidak mungkin skenario itu bisa terulang di 2029,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan kekhawatiran Freddy terhadap kemungkinan polemik Gibran berkembang melampaui persoalan jabatan wakil presiden dan memengaruhi kalkulasi politik menuju pemilu berikutnya.

Prabowo Dinilai Akan Menghindari Instabilitas

Freddy juga menyoroti karakter kepemimpinan Prabowo yang menurut penilaiannya cenderung mengedepankan harmoni dan akomodasi politik.

Ia meyakini pendekatan tersebut akan membuat Prabowo berhati-hati dalam menghadapi dinamika yang berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan.

Freddy mengaitkan stabilitas politik dengan tantangan ekonomi dan geopolitik yang tengah dihadapi Indonesia. Ia menyinggung pergerakan nilai tukar dolar sebagai salah satu persoalan yang membutuhkan situasi domestik kondusif.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *