News

Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Said Didu Kaitkan dengan Muktamar NU



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Sekretaris BUMN dan aktivis sosial Said Didu mengungkap dugaan alasan di balik keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mundur dari kepengurusan Partai Golkar.

Menurut Said Didu, pengunduran diri Nusron diduga berkaitan dengan keinginannya untuk maju sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia mengaitkan hal tersebut dengan persyaratan yang disebutnya mengharuskan calon tidak terlibat dalam partai politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Said Didu dalam podcast YouTube Channel Abraham Samad Speak UP.

“Menurut saya, pengunduran diri itu berkaitan dengan Muktamar NU,” kata Said Didu dalam perbincangan tersebut.

Said Didu mengaku tidak terkejut ketika kabar pengunduran diri Nusron dari kepengurusan Golkar mencuat. Ia menyebut surat pengunduran diri tersebut sebenarnya sudah disampaikan jauh sebelum ramai diberitakan.

“Tidak kaget, kan malam-malamnya sudah ada yang digunakan untuk Muktamar NU,” kata Said Didu.

Ia juga mengatakan kabar pengunduran diri Nusron sebenarnya telah muncul sekitar enam bulan sebelumnya.

“Minggu lalukan itu sudah muncul bahwa dia mengundurkan diri dari Ketua (pengurus) Partai Golkar, enam bulan lalu,” tuturnya.

Said Didu Kaitkan dengan Pencalonan Ketua PBNU

Said Didu kemudian menyampaikan dugaannya mengenai alasan Nusron meninggalkan struktur kepengurusan Golkar.

Ia menduga keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi persyaratan untuk maju sebagai Ketua PBNU.

“Ini dugaan saya dan biasa mendekati akal-akalan, bahwa menjadi Ketua NU harus mundur dari Partai Politik,” paparnya.

Said Didu mengaku semakin yakin dengan dugaan tersebut karena menyebut ada tokoh lain yang mengambil langkah serupa.

“Nah, saya yakin itu. Karena kenapa? Karena Ketua PWPKB Jawa Tengah yang mau maju juga mundur seperti Nusron,” jelasnya.

“Jadi, sepertinya surat itu mau digunakan untuk jadi Ketua PBNU,” sambungnya.

Namun, Said Didu menyebut langkah tersebut pada akhirnya tidak menghasilkan pencalonan yang diharapkan. Ia mengatakan terdapat dinamika di internal NU yang membuat dua tokoh yang disebutnya tersebut gugur dalam proses pencalonan.

“Karena gagal, pintarnya tokoh-tokoh NU ini bukan enam bulan tapi satu tahu. Maka dua orang ini akhirnya gugur dalam pencalonan,” tutupnya.

Pernyataan Said Didu mengenai motif pengunduran diri tersebut merupakan dugaan yang disampaikannya dan bukan penjelasan resmi dari Nusron.

Nusron Memang Mundur dari Kepengurusan Golkar

Nusron Wahid sebelumnya memang telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji mengatakan pengunduran diri tersebut telah disampaikan Nusron kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia lebih dari enam bulan lalu.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *