News

Adi Prayitno Bongkar Skenario KDM Jika Nekat Hadapi Prabowo 2029



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Wacana Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menyeret nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Namun, pengamat politik Adi Prayitno menilai sulit membayangkan Dedi Mulyadi atau KDM maju sebagai penantang Presiden Prabowo Subianto selama masih berada di Partai Gerindra.

Dedi saat ini merupakan kader Gerindra dan memiliki posisi di struktur partai. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Adi menilai wacana KDM berhadapan langsung dengan Prabowo pada Pilpres 2029 belum rasional untuk dibicarakan.

“Kalau Dedi Mulyadi, saya selalu mengatakan bahwa memang tidak rasional dan tidak tepat kalau Dedi Mulyadi itu dipersepsikan akan maju, apalagi head-to-head dengan Pak Prabowo Subianto di 2029,” ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Rabu (23/9/2026).

Menurut Adi, Dedi juga selama ini menyatakan dukungan terhadap Gerindra dan Prabowo. Karena itu, ia melihat belum ada dasar untuk menempatkan KDM sebagai rival politik Prabowo dalam kontestasi Pilpres mendatang.

“Mengingat per hari ini Dedi Mulyadi itu adalah kadernya Gerindra. Per hari ini Dedi Mulyadi selalu mengatakan terus dan tegak lurus bersama Gerindra dan Pak Prabowo Subianto,” imbuhnya.

Adi mengatakan pembicaraan mengenai kemungkinan Dedi maju sebagai calon presiden baru akan memiliki konteks berbeda apabila KDM tidak lagi berada di Gerindra. Dalam situasi tersebut, menurut Adi, peluang dan peta politik Dedi dapat dianalisis kembali.

“Baru kemudian bicara tentang peluang, kesempatan, dan sangat mungkin misalnya akan head-to-head dengan Pak Prabowo Subianto,” ujarnya.

Ia menegaskan, selama Dedi masih menjadi bagian dari Gerindra dan memberikan dukungan kepada Prabowo, skenario KDM maju sebagai pesaing Prabowo sulit dibayangkan.

“Sepanjang Dedi Mulyadi itu masih bersama dengan Gerindra, selalu bersama dengan Gerindra mendukung penuh Pak Prabowo Subianto, tak ada jalan ceritanya bagi Dedi Mulyadi untuk bisa maju di 2029,” katanya.

Adi juga menyebut terdapat skenario lain yang berbeda dari pertarungan langsung. Menurut dia, Dedi dapat saja dikaitkan dengan Pilpres 2029 dalam posisi sebagai calon wakil presiden apabila mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi pendukung Prabowo.

“Kecuali ada takdir misalnya Pak KDM itu direstui dan disetujui oleh partai-partai koalisi pendukung Prabowo sebagai calon wakil presidennya, tapi bukan dalam konteks dihadap-hadapkan. Beda ceritanya kalau KDM keluar dari Gerindra, baru di situlah kemudian kita akan bicara bagaimana analisa dan peluang-peluangnya,” tandasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *