70 Persen Pegawai Kemensos Terlibat Judol, Ada Dugaan Gunakan Uang Kementerian

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sebanyak 1.900 pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) di pusat maupun daerah terindikasi terlibat transaksi judi online. Setara 70 persen total pegawai.
Data tersebut berdasarkan Laporan Hasil Analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Rata-rata transaksinya Rp4 juta, hingga akumulasi tertinggi melebihi Rp2 miliar.
Hal tersebut dibenarkan oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Dia bahkan tengah mengusut apakah ada penyalahgunaan uang negara.
“Iya, ini yang sedang kami dalami,” kata Ipul dikutip dari Antara, Rabu (9/9/2026).
Ipul mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim khusus untuk memverifikasi alur keuangan serta mengusut potensi penyimpangan dana kedinasan yang dipakai oleh oknum ASN maupun pegawai kementerian.
Dari proses klarifikasi awal terhadap pegawai di tingkat pusat, lebih dari 70 persen mengakui keterlibatan mereka dengan berbagai variasi durasi.
Ada yang mulai dari sekadar coba-coba hingga kecanduan selama bertahun-tahun.
Ipul mengatakan tak akan menoleransi pegawai yang terbukti terlibat.
“Tidak ada ya, tidak ada toleransi, jika terbukti ada sanksinya,” terangnya.
Bahkan, pegawai inspektorat pun turut terlibat.
“Di antaranya kami menemukan tiga pegawai di inspektorat Kemensos dan mereka telah mengakui itu, jadi mereka tidak layaklah berada di sana (inspektorat),” ujar Ipul.
Ipul menargetkan proses verifikasi dan audit keuangan terhadap 1.900 pegawai yang dilaporkan ini dapat rampung pada akhir September 2026.
Oknum yang terbukti memanfaatkan uang kementerian untuk judi online terancam sanksi pemecatan secara tidak hormat.
“Bulan ini selesai. Kalau benar itu terjadi, itu maka pelanggarannya, pelanggaran berat itu,” pungkas Ipul.
(Arya/Fajar)
Source link
