News

Lawan Kezaliman dan Ketidakadilan yang Dilakukan Penguasa, Mas Botok Ingin Semangat Perlawanan Menyebar ke Seluruh Negeri



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono mengapresiasi dukungan masyarakat Jakarta terutama dari kalangan ojek online (ojol), yang turut memberikan pengawalan terhadap aktivis asal Pati tersebut.

Hal itu dia sampaikan saat aktivis yang dikenal dengan Mas Botok itu dikawal ke kediaman keluarga mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Diketahui, Mas Botok bersama AMPB mendapatkan tempat istirahat di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada kawan-kawan dari Ojol, ataupun dari masyarakat Jakarta maupun dari luar Jakarta,” kata Mas Botok dikutip dari video yang beredar di media sosial.

Dia lantas berharap persatuan yang telah dibangun bersama AMPB terus terjaga bersama masyarakat Indonesia di seluruh negeri.

“Semoga persatuan ini, semoga semangat perlawanan rakyat Pati dan rakyat Jakarta melawan kezaliman, ketidakadilan yang dilakukan penguasa, menyebar ke seluruh negeri. Takbir!” imbuh Mas Botok.

Perwakilan AMPB lainnya juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jakarta terutama kalangan Ojol, yang turut mengantar Mas Botok dan AMPB hingga kompleks kediaman Presiden Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Dia menjelaskan, saat terjadi pergolakan di Pati di mana Mas Botok dan Teguh jadi tersangka, AMPB menyebut bahwa keluarga Gus Dur turut memberikan dukungan.

“Jadi, salah satu alasan kenapa kawan-kawan yang ada di sini adalah pertama itu. Dan, kedua juga mau melakukan salat di Masjid Al-Munawaroh, kompleks kediaman keluarga Gus Dur. Jadi, sekali lagi terima kasih, sudah mengantar, menjaga, hingga sampai di kompleks ini,” katanya.

Sebelumnya, aktivis AMPB dan masyarakat sempat bersitegang dengan aparat kepolisian di depan gedung DPR RI pada Senin (24/8/2026). Hal itu terjadi ketika aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya mengangkut aktivis tersebut dengan mobil polisi.

Para aktivis bersama masyarakat akhirnya menghalau mobil yang digunakan polisi mengangkut Mas Botok yang rencananya dibawa ke Polda Metro Jaya. Namun setelah terjadi ketegangan, upaya tersebut akhirnya batal dan Mas Botok kembali berkumpul bersama aliansi.

Rumor yang berkembang menyebutkan, aparat Polda Metro Jaya bukan melakukan penangkapan terhadap Mas Botok, namun memberi fasilitas tumpangan untuk mengurus izin ke Polda Metro Jaya terkait aksi yang dilakukan di Jakarta.

Diketahui, aksi yang dipimpin Mas Botok di Jakarta ini baru dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus. Hanya saja, sebelum aksi yang dikabarkan besar-besaran itu berlangsung, AMPB lebih awal tiba di Jakarta. (fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *