News

Islah Bahrawi Sindir Keras Kader PSI: Masih Muda, Sayang Marwah Politiknya Dicacatkan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, menyoroti sejumlah politikus yang dinilainya kini memberikan pembelaan berlebihan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Secara khusus, Islah menyoroti sejumlah nama yang berasal dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia membandingkan sikap politik mereka dengan sejumlah tokoh yang menurutnya memang sejak awal memiliki kedekatan politik dengan Prabowo.

Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Islah menyebut pembelaan terhadap Prabowo yang dilakukan Sufmi Dasco Ahmad, Fadli Zon, Fahri Hamzah, hingga Ahmad Dhani sebagai sesuatu yang wajar.

Menurutnya, tokoh-tokoh tersebut telah menjadi pendukung Prabowo sejak awal.

“Orang-orang seperti Pak Dasco, Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Ahmad Dhani, jika hari ini membela Pak Prabowo mati-matian, wajar saja dan bisa dimaklumi,” tulisnya, dikutip Senin (10/8/2026).

“Mereka sejak awal sudah jadi ‘die hard’-nya Prabowo,” sambungnya.

Soroti Budiman, Tsamara hingga Raja Juli

Namun, Islah memberikan sorotan berbeda kepada sejumlah nama lain, di antaranya Budiman Sudjatmiko, Tsamara Amany, Raja Juli Antoni, Grace Natalie, serta sejumlah kader PSI lainnya.

Islah mengungkit sikap politik mereka pada masa lalu yang menurutnya pernah melontarkan kritik keras terhadap Prabowo, tetapi kini justru memberikan pembelaan.

Ia kemudian mempertanyakan perubahan sikap politik sejumlah tokoh muda tersebut.

“Lah, orang-orang seperti Budiman, Tsamara, Raja Juli, Grace atau anak-anak PSI lainnya yang sebegitu brutalnya mencaci maki Pak Prabowo tapi sekarang malah menjilat habis-habisan itu gimana ceritanya?” ungkapnya.

Islah kemudian melontarkan sindiran terkait marwah politik para tokoh muda tersebut.

Menurutnya, perubahan sikap politik yang dinilainya terlalu berseberangan dengan sikap sebelumnya justru dapat mencoreng citra politik mereka.

“Masih muda-muda, tapi sayang marwah politiknya dicacatkan sengaja dengan kemunafikan,” terangnya.

(Erfyansyah/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *