Kritik Denny Indrayana ke Anak Jokowi Makin Keras, Pengamat: Gibran Mulai Masuk Bursa Capres

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kritik keras pakar hukum tata negara Denny Indrayana terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan. Desakan agar Presiden Prabowo Subianto mencopot Gibran hingga permintaan agar putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu mengundurkan diri dinilai tak bisa hanya dibaca dari perspektif hukum dan konstitusi.
Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia menduga, ada dimensi politik yang turut menyertai derasnya kritik terhadap Gibran.
Menurut Heru, momentum kembali mencuatnya isu legalitas pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 patut dicermati. Terlebih, kata dia, Gibran mulai diperhitungkan sebagai salah satu figur potensial dalam bursa calon presiden pada kontestasi mendatang.
“Denny Indrayana ke mana aja selama ini? Itu menjadi pertanyaan mendasar. Seolah-olah kehadiran Anda dalam konteks pendekar demokrasi,” ujar Heru kepada Fajar.co.id, Sabtu (8/8/2026).
Isu Lama, Momentum Baru
Heru menilai, persoalan pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 sebenarnya bukan isu baru. Namun, isu tersebut kembali mendapatkan perhatian ketika posisi politik Gibran mulai berkembang.
Denny sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu pihak yang keras mengkritik proses pencalonan Gibran. Kritik tersebut antara lain berkaitan dengan aspek hukum dan konstitusionalitas pencalonannya.
Heru mempertanyakan mengapa isu tersebut kembali ditekankan ketika Gibran mulai masuk dalam radar politik sebagai kandidat potensial.
“Berbicara menentang dengan ekstremnya pencapresan Gibran Rakabuming Raka hingga membuat Anda sangat bangga dan gagah meminta dan bahkan menyurati Prabowo untuk segera pecat Gibran sebagai wakil presiden,” kata Heru.
Ia menilai, penggunaan isu hukum untuk menekan posisi politik seseorang tetap perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas.
“Tentunya Denny Indrayana sepintas berkopoh-kopoh dan kejar tayang untuk diperankan dan juga memerankan peran yang seolah-olah bercerita tentang hukum dan dalil-dalilnya,” ujarnya.
Gibran Mulai Diperhitungkan sebagai Capres
Heru kemudian mengaitkan polemik tersebut dengan perubahan positioning politik Gibran.
Menurut dia, Gibran saat ini tidak lagi semata-mata dipandang sebagai wakil presiden. Nama Gibran mulai diperhitungkan dalam pembicaraan mengenai kandidat Pilpres berikutnya.
Perubahan tersebut, kata Heru, membuat setiap isu yang menyangkut legitimasi dan kelayakan politik Gibran berpotensi memiliki konsekuensi lebih besar.
“Kemudian sesungguhnya Denny Indrayana adalah aktor dan juga mempunyai peran kunci, bagaimana isu Gibran saat ini akan dibolak-balikkan dan mencoba berawal dari posisi awal yang dianggapnya sebagai pilar cacat sebagai pencapresan,” katanya.
Source link
