Mendagri Tito Ungkap Biaya Pendidikan di Jakarta Lebih Mahal Dibanding Singapura, Andi Sinulingga: Bikin Dong di Indonesia

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Politisi sekaligus tokoh Partai Golkar, Andi Sinulingga memberi masukan menarik kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.
Masukan ini diberikan oleh Andi Sinulingga usai pernyataan menarik dikeluarkan oleh Mendagri Tito terkait perbandingan biaya pendidikan.
Tito Karnavian tidak ragu mengatakan dan membandingkan biaya pendidikan di Indonesia lebih tepatnya Jakarta lebih tinggi dibandingkan Singapura.
Hal itu yang kemudian langsung direspons oleh Andi Sinulingga melalui salah satu unggahan di akun media sosial X pribadinya.
Ia punya harapan agar Indonesia bisa menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih murah seperti yang diungkapkan oleh Mendagri Tito.
Yang mana, menurutnya dari pendidikan inilah nantinya membentuk sistem lebih baik di pemerintahan kelak.
Berawal dari pendidikan yang murah dan berkualitas akan berdampak besar ke sistem pemerintahan dalam negeri yang juga akan lebih baik.
“Bikin dong gimana sekolah di Indonesia juga bisa lebih murah dari Singapura, bikin sistem pemerintahan dalam negeri di Indonesia juga bisa lebih baik dari Singapura, atau setidaknya sama,” tulisnya dikutip Selasa (4/8).
Lebih jauh lagi, bukan hanya masalah pendidikan. Andi Sinulingga juga memberikan masukan penting terkait kebijakan dan manfaatnya ke masyarakat.
Salah satunya ia punya harapan Indonesia bisa memiliki KTP yang memiliki fungsi yang sama dengan MyKad yang dimiliki Malaysia.
“Bikin KTP Indonesia setidaknya seperti MyKad di Malaysia,” ungkapnya.
Sebelumnya, dalam ceritanya Tito membagikan pengalamannya menyekolahkan anak saat menempuh pendidikan strata tiga (S3) di Singapura pada 2008.
“Saya ngeliat, mohon maaf ini, saya tidak membanggakan Singapura, tapi pengalaman saja. Saya merasa kok lebih murah di Singapura nyekolahin anak dibandingkan dengan saya di Jakarta, jujur aja,” kata Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil di Menara Bidakara, Senin (3/8/2026).
Dari sini, ia kemudian menjelaskan rincian biaya pendidikan anak di salah satu sekolah favorit di kawasan Jakarta Selatan.
Tito kemudian mengungkap soal pengeluaran tersebut tidak hanya mencakup Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), tetapi juga biaya transportasi serta uang saku harian.
“Sekolah favorit, satu anak Rp1,6 juta. Tiga anak Rp4,8 juta. Saya harus ngasih makan mereka, uang jajan Rp50.000, ya per hari, tiga, Rp150.000,” ungkap Tito. (Erfyansyah/fajar)
Source link
