Jokowi Persilakan Kader PSI Datang ke Solo Jika Terkendala Dana, Pengamat: Komitmennya Tidak Main-main

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat Politik dan Ekonomi Heru Subagia menilai target politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak hanya sebatas membawa partai tersebut lolos ke parlemen pada Pemilu 2029.
Dikatakan Heru, arah politik Jokowi menunjukkan ambisi yang lebih besar, yakni menjadikan PSI sebagai salah satu kekuatan utama dalam peta politik nasional.
Heru Ungkap Percakapannya dengan Jokowi
Heru bercerita bahwa dirinya pernah berdiskusi langsung dengan Jokowi, termasuk mengenai isu ijazah yang belakangan menjadi polemik serta dinamika politik nasional.
“Saya ingat ketika mewakili Kagama Cirebon pernah berbicara dengan pak Jokowi tentang ijazah dan nasib Roy Suryo Cs,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Minggu (2/8/2026).
Di sela pembahasan tersebut, kata Heru, percakapan juga mengarah pada pilihan politik Jokowi yang mendukung PSI.
“Tetapi di sela-sela pembicaraan tersebut kita juga bicara tentang politik nasional. Kita juga menyinggung keterlibatan pak Jokowi yang saat ini memilih PSI menjadi kendaraan politik keluarga besarnya,” ucapnya.
Heru menekankan bahwa Jokowi sejak awal telah menyampaikan bahwa target PSI bukan hanya menembus ambang batas parlemen.
Baginya, perkembangan elektabilitas PSI saat ini menjadi salah satu indikator bahwa strategi tersebut mulai menunjukkan hasil.
“Mengingatkan kembali apa yang diucapkan Jokowi, betul bahwa ambisi Jokowi bukan hanya persoalan masuk atau lolosnya di Senayan,” tukasnya.
Ia kemudian mengaitkan hal itu dengan hasil survei yang menempatkan PSI di atas ambang batas parlemen.
“Jokowi sudah membuktikan bahwa dalam akselerasinya dan kerja-kerja politik yang menurut saya cukup singkat, pada akhirnya posisi PSI sudah nongkrong di deretan partai besar,” Heru menuturkan.
“Berdasarkan riset salah satu lembaga nasional, mengatakan PSI memperoleh 4,1 persen,” tambahnya.
Lanjut Heru, capaian tersebut mulai menarik perhatian berbagai kalangan politik.
“Ini bukti bahwa ucapan Jokowi sudah mulai menggelitik dan mengkhawatirkan beberapa pihak terutama di parlemen,” imbuhnya.
Pernah Sebut Target Elektabilitas 20 Persen
Lebih lanjut, Heru mengaku Jokowi pernah menyampaikan optimisme mengenai potensi elektabilitas PSI dalam sebuah percakapan.
Ia menyebut Jokowi meyakini keterlibatannya di PSI dapat membawa partai itu meraih dukungan yang jauh lebih besar.
“Mengingatkan kembali ucapan pak Jokowi ketika kita bicara mengenai keterlibatannya dengan PSI, waktu itu pak Jokowi meyakinkan diri bahwa keberadaan pak Jokowi dalam lingkaran dan juga seseorang yang punya veto besar di PSI akan memenuhi ruangan yang ganas,” sebutnya.
Source link
