Hilmi Firdausi Timpali Tuduhan Londo Ireng Prabowo: Sama Rakyat Sendiri Kok Dimusuhin Sih Pak?

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Ustaz Hilmi Firdausi menimpali tudingan Presiden Prabowo Subianto sebagai londo ireng terhadap kelompok kritis. Mulai dari jurnalis, pengamat, hingga pekerja organisasi non pemerintah atau LSM.
“Rakyat yg mengkritisi diusir ke luar negeri. Wartawan dan pengamat yang mengkritisi dibilang Londo Ireng,” kata Hilmi dikutip dari unggahannya di X, Jumat (24/7/2026).
Dia mempertanyakan mengapa Prabowo memusuhi rakyatnya sendiri yang kritis.
“Sama rakyat sendiri yang kritis kok dimusuhin sih pak?!” ujarnya.
Tudingan Prabowo
Pernyataan Prabowo disampaikan saat perayaan puncak hari lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta International Convention Center, Kamis (23/7/2026).
Mulanya, Prabowo menyebut telah menginstruksikan perbaikan sekolah. Jumlahnya mencapai 100.000 pada tahun 2027 mendatang.
“Tahun 2027, saya instruksikan harus lebih 100.000 sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh,” kata Prabowo.
Tapi menurutnya, ada media yang kerap mencari kesalahan. Meliput sekolah yang tak diperbaiki, padahal yang sudah diperbaiki sudah banyak.
“Ada juga media yang walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki. Dia foto besar, taruh di halaman pertama,” ujarnya.
Meski begitu, dia enggan membeberkan media dimaksud. “Aduh. Dia kita kita nggak ngerti. Saya nggak sebut lah media mana itu, pada saatnya akan saya sebut,” imbuhnya.
Dia menegaskan, Indonesia negara demokrasi. Prabowo sendiri mengaku tak anti kritik.
“Kalian sudah tahu lah kita negara demokrasi, kita tidak anti kritik, tapi kita bukan anak kecil,” ujarnya.
Tapi menurutnya, selalu ada pihak yang senang berbakti pada bangsa lain. Itulah yang dia sebut sebagai londo ireng.
“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng ya,” ungkapnya.
Jika dulu londo ireng bersama Belanda melawan bangsa sendiri. Sekarang sudah berbeda, kini dalam wujud profesi seperti jurnalis, pengamat, dan LSM.
“Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan, wartawan, jurnalis, apa itu pengamat, apa itu LSM,” papar Prabowo.
Dia menanyakan dari mana pendapatan para jurnalis, pengamat, dan LSM tersebut.
“Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah. Kita tahu kan,” ujarnya.
Selama ini, para jurnalis, pengamat, dan LSM tersebut, selalu menyiarkan narasi Indonesia bakal colabs. Tapi sampai saat ini tak pernah terjadi.
Source link
