Perasaan Nadiem Dituntut 27,5 Tahun: Saya Sedih, Sakit Hati, Bahwa Ini Hadiah yang Negara Berikan Setelah Mengabdi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Nadiem Makarim mengaku sedih dan sakit hati setelah dituntut jaksa 27,5 tahun penjara atas dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.
“Tentu reaksi saya pertama terkejut. Terkejut dan syok, dari mana ini angka sebesar ini,” kata Nadiem, dikutip dari YouTube Refly Harun, Senin (15/6/2026).
Nadiem menjelaskan, tuntutan terhadap dirinya sebenarnya mencapai 27,5 tahun. Bukan 18 tahun sebagaimana informasi yang beredar.
“Sebenarnya bukan 18 tahun. Sebenarnya 27,5 tahun karena ditambah 9 tahun jika tidak bisa mengembalikan uang pengganti sebesar Rp5,6 triliun,” ujarnya.
Sementara uang pengganti tersebut, kata dia, berkali-kali lipat dari total kekayaannya saat meninggalkan kursi menteri.
“Uang pengganti itu 10 kali lipat dari total kekayaan saya di akhir menjabat sebagai menteri. Artinya sama saja seperti hukuman,” ucapnya.
Karena itu, Nadiem mengatakan uang pengganti tersebut pada dasarnya tidak mungkin bisa ia bayar.
“Karena saya tidak mungkin bisa membayar itu. Itu bukan uang nyata saya,” imbuhnya.
Mengetahui dirinya dituntut dengan angka yang sangat besar, Nadiem mengaku sakit hati. Setelah semua pengabdiannya, dia justru terancam penjara.
“Buat saya melihat angka itu, di satu sisi saya sedih, sakit hati, bahwa ini adalah hadiah yang saya dapatkan dari negara setelah mengabdi,” ucapnya.
Di sisi lain, dia menilai tuntutan tersebut tidak masuk akal, termasuk uang pengganti yang dituntutkan lebih besar dari nilai kerugian negara.
“Masa tuntutannya hampir maksimum, di atas pembunuh, di atas teroris,” kata Nadiem.
Karena itu, tuntutan tersebut dirasanya memiliki kejanggalan. Menurutnya, publik saat ini juga merasakan hal yang sama.
“Bahwa tuntutan yang setinggi itu untuk suatu kasus yang tidak terbukti dalam fakta persidangan, itu untuk menghindari keputusan bebas,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)
Source link
