News

Dampak Program MBG Dihentikan: Pedagang Kaki Lima di Sekitar Sekolah Kembali Laris Manis



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Penghentian sementara atau jeda pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah kedapatan membawa dampak langsung yang signifikan.

Menariknya, kondisi ini justru membawa berkah tersendiri bagi para pedagang makanan dan jajanan keliling yang biasa mangkal di sekitar area sekolah.

Dalam sebuah unggahan video viral dari akun Instagram @ruditengyong, seorang pedagang makanan mengungkapkan rasa syukurnya setelah program MBG di sekolah tempatnya biasa berjualan tidak beroperasi lagi untuk sementara waktu.

Pemilik akun yang juga merupakan seorang pedagang keliling tersebut memperlihatkan suasana setelah berjualan, di mana seluruh porsi dagangannya ludes terjual tanpa sisa. Fenomena ini berbanding terbalik saat program MBG masih berjalan aktif di sekolah, di mana para siswa sudah mendapatkan jatah makan siang gratis dari sekolah sehingga minat jajan mereka menurun drastis.

“Dampak MBG tidak ada di sekolah, para pedagang banyak yang habis jualannya. Anak-anak jadi jajan ke pedagang semua,” tulis akun @ruditengyong dalam takarir (caption) unggahannya.

Dilema Program MBG bagi Sektor Informal

Fenomena ini memicu beragam reaksi dari warganet. Di satu sisi, program MBG dinilai sangat baik untuk perbaikan gizi dan meringankan beban orang tua murid.

Namun di sisi lain, video ini menangkap realitas lapangan mengenai dampak ekonomi program tersebut terhadap ekosistem pedagang kecil (UMKM) di lingkungan sekolah yang menggantungkan pencaharian mereka dari uang jajan para siswa.

Hingga saat ini, video pendek tersebut telah menarik perhatian luas dengan mendapatkan lebih dari 11 ribu tanda suka dan ribuan komentar dari netizen yang turut mendiskusikan titik keseimbangan antara program pemerintah dan nasib pedagang cilik.

Usulan DPR: MBG Setop Sementara

Sementara itu, Komisi IX DPR mengusulkan agar program makan bergizi gratis (MBG) disetop sementara selama masa libur sekolah yang akan dimulai 29 Juni hingga 10 Juli mendatang.

Usulan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris sekaligus merespons temuan Kementerian Koordinator Bidang Pangan bahwa ada pemborosan anggaran lebih dari Rp1 triliun per bulan pada program tersebut.

Charles menilai temuan itu menjadi alarm dan menjadi momentum agar segera dilakukan evaluasi.

“Menurut saya, momentum libur sekolah yang akan datang bisa dimanfaatkan untuk melakukan penghentian sementara pelaksanaan program MBG sambil dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program,” kata Charles dikutip dari CNN, Sabtu (13/6/2026). (sam/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *