PSM Makassar Terancam Kehilangan Pilar Penting, Syahrul Lasinari Dikabarkan Segera Merapat ke Persebaya

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Bursa transfer Super League 2026/2027 kembali memunculkan spekulasi menarik. Kali ini, nama bek sayap PSM Makassar, Syahrul Lasinari, santer dikabarkan masuk radar Persebaya Surabaya dan berpotensi bereuni dengan mantan pelatihnya, Bernardo Tavares.
Rumor tersebut semakin menguat seiring kebutuhan Persebaya membangun skuad yang kompetitif untuk musim depan. Kehadiran Bernardo Tavares di kursi pelatih Green Force disebut menjadi salah satu faktor yang membuka peluang reuni dengan sejumlah mantan anak asuhnya di PSM Makassar.
Syahrul Lasinari bukan sosok asing bagi Tavares. Pemain kelahiran Ternate, 24 Desember 1999 itu didatangkan PSM Makassar dari Persikabo pada 1 Juli 2024 dengan status bebas transfer.
Sejak bergabung dengan Juku Eja, Lasinari mampu menjawab kepercayaan tim pelatih. Ia bahkan dinilai sukses mengisi kekosongan yang ditinggalkan Yance Sayuri setelah hengkang ke Malut United bersama saudaranya, Yakob Sayuri.
Pada musim 2025/2026, Lasinari menjadi salah satu pemain yang cukup sering mendapat kesempatan tampil. Bek serba bisa tersebut mencatatkan 16 penampilan dengan total 1.087 menit bermain di berbagai ajang bersama PSM Makassar.
Performa konsistennya membuat nilai pasar sang pemain mengalami peningkatan. Dari sebelumnya berada di kisaran Rp2,61 miliar saat bergabung ke PSM, kini nilai pasar Lasinari disebut telah meningkat menjadi sekitar Rp3,04 miliar.
Jika rumor kepindahannya ke Persebaya benar terjadi, PSM Makassar berpotensi kehilangan salah satu pemain yang memiliki fleksibilitas tinggi di sektor pertahanan maupun sayap kanan.
Menanggapi kabar tersebut, anggota Komunitas VIP Utara (KVU), Sulyadi Abbas, menegaskan bahwa setiap pemain memiliki hak menentukan masa depannya. Namun, ia mengingatkan pentingnya menghormati kontrak yang masih berlaku.
”Kalau kontraknya habis, ya tidak apa-apa, pemain berhak menentukan masa depannya. Tapi kalau masih ada kontrak, ya harus dihormati, tidak boleh sepihak,” kata Sulyadi.
Menurutnya, fokus utama PSM saat ini seharusnya bukan pada siapa yang akan pergi, melainkan siapa yang siap bertahan dan berjuang bersama tim menghadapi musim baru.
”Yang mau hengkang ya silakan, tidak bisa dilarang juga. Kita berjuang bersama yang mau, yang sesuai dengan kebutuhan tim, dan faham tentang filosofi tim. Itu sih sebenarnya yang menjadi poin kunci,” bebernya.
Sementara itu, Asisten Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menilai rumor transfer merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia sepak bola profesional.
Source link
