News

Tom Lembong Imbau Masyarakat Simpan Valas Demi Lindungi Tabungan dari Risiko Fiskal



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong), kembali mengingatkan masyarakat untuk mengambil langkah konkret dalam melindungi nilai kekayaan mereka.

Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Tom Lembong menyarankan masyarakat untuk mendiversifikasikan tabungan mereka ke dalam mata uang asing yang stabil (hard currencies).

“Dari dua tahun lalu, saya konsisten mengingatkan segenap masyarakat untuk bijak mengelola risiko dan melindungi nilai tabungan kita,” tulis Tom Lembong melalui unggahan di akun Instagramnya, dikutip fajar.co.id pada Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, langkah ini bukan lagi sekadar pilihan untuk mencari keuntungan investasi, melainkan sebuah kebutuhan mendesak demi menjaga ketahanan finansial keluarga di tengah situasi ekonomi yang dinilai penuh risiko.

Soroti Beban Utang dan Kebijakan Fiskal

Tom Lembong secara blak-blakan menyoroti kondisi keuangan negara yang dinilainya sedang menghadapi tantangan berat akibat warisan beban utang.

“Ketika beban utang yang luar biasa diwariskan kepada kita, dan tren kebijakan fiskal semakin tidak terkendali, diversifikasi tabungan… bukan lagi sekadar opsi investasi, melainkan langkah penting untuk melindungi keuangan keluarga dan keuangan pribadi,” lanjutnya.

Ia merekomendasikan beberapa mata uang berdaya beli kuat yang dinilai relatif aman untuk menjaga nilai tabungan masyarakat, di antaranya:

  • Dolar AS (USD)
  • Dolar Singapura (SGD)
  • Euro (EUR)

Daya Beli Adalah Hak Rakyat

Lebih lanjut, Tom Lembong menegaskan bahwa upaya melindungi daya beli merupakan hak fundamental setiap warga negara. Meski mengimbau masyarakat untuk bergerak mandiri melakukan diversifikasi aset, ia tetap menggarisbawahi bahwa kunci utama pemulihan ekonomi berada di tangan pembuat kebijakan.

Ia menilai, tanpa adanya perombakan atau perubahan haluan kebijakan yang mendasar dari pemerintah, mata uang Rupiah dan daya beli masyarakat secara umum akan sulit untuk bangkit kembali.

“Tentu saja, perlindungan daya beli terbaik tetap berada di tangan Pemerintah melalui perubahan orientasi kebijakan yang fundamental. Tanpa perubahan orientasi kebijakan yang menyeluruh dan mendalam, sulit melihat Rupiah dan daya beli kita bisa pulih,” pungkasnya.

Unggahan video yang menampilkan potongan diskusinya dalam sebuah siniar (podcast) tersebut langsung menarik perhatian netizen.

Banyak warganet yang mulai mempertanyakan langkah teknis untuk membuka rekening valuta asing (valas), sementara yang lain mendiskusikan dampak sentimen ini terhadap penguatan nilai tukar Rupiah ke depannya. (sam/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *