News

Balas Naniek soal MBG, Islah Bahrawi: Di Mata Penjilat, Kritik Selalu Dianggap Ancaman



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, memberikan tanggapan terkait polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan kembali menjadi sorotan publik.

Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Islah menyoroti pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang, yang menanggapi kritik Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap program MBG.

Sebelumnya, Ketua BEM UGM sempat menyebut program MBG sebagai “maling berkedok gizi”. Pernyataan tersebut menuai beragam respons, termasuk dari pihak pemerintah.

Di tengah berkembangnya polemik, sejumlah pihak kembali mengaitkan kritik tersebut dengan kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan petinggi BGN. Situasi ini dinilai sebagian kalangan sebagai pengingat pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik.

Menanggapi hal tersebut, Islah Bahrawi menegaskan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat maupun mahasiswa bukan dilandasi rasa benci terhadap pemerintah. Menurutnya, kritik merupakan bentuk kepedulian untuk menjaga tata kelola pemerintahan tetap berjalan dengan baik.

“Kami ini kritis bukan karena benci para ABK dan nakhoda, tapi karena ingin menjaga agar semua penumpang kapal besar bernama Indonesia tidak karam bersama-sama,” tulis Islah, dikutip Kamis (4/6).

Islah menilai kritik sering kali disalahartikan oleh sebagian pihak sebagai ancaman politik. Padahal, kata dia, kritik merupakan bagian dari kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan.

“Di mata para penjilat, setiap keluhan sering dimaknai sebagai ancaman. Dan kritik selalu dimaknai gerakan politik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Islah menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengawasi penggunaan anggaran negara karena sumber dana tersebut berasal dari uang rakyat.

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas menjadi aspek penting dalam setiap program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.

“Padahal kami hanya ingin memberi penjelasan, bahwa anggaran yang kalian pakai adalah uang kami, jadi kami berhak untuk mengawasi,” terangnya.

Pernyataan Islah tersebut kembali memantik diskusi publik mengenai pentingnya kritik konstruktif, transparansi anggaran, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program-program pemerintah yang menggunakan dana negara.

(Erfyansyah/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *