News

1.098 Ekor Sapi Kurban Pakai APBN Atas Nama Prabowo, Jhon Sitorus: Giliran Ngutang Atas Nama Rakyat



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, ikut merespons pengadaan 1.098 ekor sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk Iduladha 2026 yang diketahui menggunakan anggaran negara.

Blak-blakan, Jhon menyindir penggunaan APBN dalam program bantuan sapi kurban tersebut.

“Kurban pakai uang rakyat, ngakunya atas nama pribadi,” ujar Jhon dikutip fajar.co.id, Rabu 27 Mei 2026.

Ia juga menyinggung soal utang negara yang kerap disebut sebagai tanggung jawab bersama rakyat.

“Giliran ngutang ngakunya atas nama rakyat,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dipastikan menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban untuk Iduladha 2026 ke berbagai daerah di Indonesia.

Namun, sapi kurban tersebut ternyata bukan dibeli menggunakan dana pribadi Presiden.

Pemerintah menegaskan, seluruh pengadaan sapi kurban itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pos Bantuan Presiden dan Bantuan Kemasyarakatan Presiden.

Penjelasan itu disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 26 Mei 2026, kemarin.

“Jadi sumber anggarannya dari APBN ya melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden,” kata Juri dikutip pada Rabu 27 Mei 2026.

Anggaran Kurban Tembus Rp100 Miliar

Pemerintah mengungkapkan, total anggaran yang digunakan untuk pengadaan ribuan sapi kurban tersebut mencapai kisaran Rp100 miliar.

Besaran harga setiap sapi disebut berbeda-beda, tergantung jenis, bobot, dan lokasi pembelian di masing-masing daerah.

“Jadi harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi, jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak 100-an miliar,” ucapnya.

Kata Juri, seluruh sapi yang dibeli berasal dari peternak lokal di berbagai wilayah Indonesia. Nantinya, hewan kurban itu akan disalurkan ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.

Bukan hanya jumlahnya yang fantastis, jenis sapi yang dipilih pemerintah juga tergolong premium dengan ukuran jumbo.

Beberapa jenis sapi yang dibeli antara lain Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, sapi Bali, FH, Belgian Blue, hingga Carolaise.

Juri memastikan seluruh sapi tersebut telah lolos pemeriksaan kesehatan dan memenuhi syariat Islam sebagai hewan kurban.

“Jadi ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya memang berat, di atas 800 kilogram, tapi juga sapi yang secara kesehatan sudah memiliki sertifikat atau surat keterangan kesehatan hewan. Jadi sapi-sapi sehat,” jelasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *