Prabowo Jadi Bahan Taruhan “Lengser Sebelum 2027” di Polymarket, Kemkomdigi Langsung Bertindak

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kini menjadi bahan taruhan warganet di platform prediksi berbasis kripto, Polymarket. Sebuah pasar taruhan baru bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?” ramai diperbincangkan dan memicu spekulasi di media sosial.
Dalam pasar taruhan tersebut, pengguna memasang taruhan mengenai kemungkinan Prabowo lengser sebelum 2027. Taruhan dianggap “YES” apabila Prabowo berhenti menjabat sebagai Presiden Indonesia dengan alasan apa pun, mulai dari mundur, dicopot, ditahan, hingga tidak dapat menjalankan tugasnya.
Pengumuman resmi mengenai lengsernya Prabowo disebut sudah cukup untuk menyelesaikan pasar, tanpa perlu menunggu tanggal efektif pemberhentian.
Taruhan dengan Tenggat Waktu Berbeda
Polymarket menyediakan beberapa tenggat waktu untuk pasar ini, seperti 31 Mei, 30 Juni, hingga 31 Desember.
Data yang beredar menunjukkan peluang “YES” untuk 31 Desember berada di angka 19%, sementara untuk 30 Juni sebesar 11%. Untuk 31 Mei, peluangnya hanya 2%, dengan harga kontrak “Yes” di 2,3 sen dan “No” di 98,8 sen.
Polymarket sendiri adalah platform prediksi online berbasis kripto. Pengguna membeli pilihan “yes” atau “no” terhadap suatu peristiwa nyata. Jika prediksi mereka benar, pengguna akan mendapatkan keuntungan dari taruhan tersebut.
Ramai Jadi Candaan dan Spekulasi Netizen
Fenomena ini langsung ramai menjadi bahan candaan dan spekulasi di media sosial. Unggahan akun @nowdots di Instagram yang membahas pasar tersebut telah disukai lebih dari 53 ribu akun dan menuai lebih dari 3.000 komentar dalam sehari.
Sebagian warganet bercanda soal adanya “orang dalam” yang dianggap punya informasi khusus hingga ikut memasang vote di platform tersebut.
Meski hanya berupa pasar prediksi, kemunculan taruhan ini menunjukkan betapa cepatnya isu politik nasional menjadi konsumsi publik digital, bahkan di platform global berbasis kripto.
Reaksi Tegas Kemkomdigi Terkait Taruhan Prabowo
Menanggapi hal tersebut Kementerian Komunikasi Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara resmi telah memutus akses (pemblokiran) terhadap situs web www.polymarket.com. Selain pemutusan akses situs, tim pengawasan saat ini tengah menelusuri seluruh akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket guna dilakukan pembatasan dan pemblokiran akses secara komprehensif di berbagai platform.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar. Dia mengungkapkan platform yang memfasilitasi taruhan berbasis uang atas suatu hasil atau kejadian tertentu tetap dikategorikan sebagai judi online, meskipun dikemas dengan Prediction Market di antaranya menggunakan teknologi blockchain maupun aset kripto.
Source link
