Ibu Andi Angga Sujud Syukur Usai Lihat Anak Selamat dari Tahanan Israel

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Kabar pembebasan Andi Angga Prasadewa (32), warga Kota Makassar yang sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza, disambut haru oleh keluarga.
Setelah empat hari berada dalam tahanan, Angga akhirnya dipastikan bebas bersama delapan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya yang ikut dalam rombongan solidaritas internasional menuju Palestina.
Kepastian itu langsung disambut rasa syukur oleh keluarga di Makassar. Sang ibu bahkan mengaku spontan bersujud setelah melihat putranya tiba dengan selamat.
Ditahan Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza
Andi Angga diketahui menjadi salah satu relawan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina.
Kapal bantuan yang mereka tumpangi dicegat militer Israel di perairan Laut Mediterania pada Senin (18/5/2026).
Dalam operasi tersebut, sembilan WNI turut diamankan aparat Israel.
Sang ibu, Sutrawati Kaharuddin (52), mengatakan dirinya mulai menerima kepastian pembebasan anaknya pada Kamis siang (21/5/2026).
“Saya tahu itu kemarin (kamis) siang. Kemarin siang itu sudah ada kepastiannya bahwa sudah dibebaskan oleh Israel. Cuma proses penjemputannya malam baru dijemput. Karena yang menjemput mereka dari Negara Turki,” katanya, di Makassar, Jumat 22 Mei 2026.
Indonesia Minta Bantuan Turki
Sutrawati menjelaskan proses pemulangan para relawan Indonesia dilakukan melalui bantuan pemerintah Turki.
Hal itu karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
“Iya, karena Indonesia kan tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel, jadi kita hanya meminta bantuan kepada negara Turki untuk diikutsertakan (WNI yang ditangkap zionis Israel) dan ikut rombongan delegasinya (Turki),” tukasnya.
Kata dia, Turki juga memiliki banyak delegasi yang ikut ditahan saat kapal bantuan dicegat di Laut Mediterania.
“Karena Turki kan punya banyak delegasi juga yang sempat ditangkap oleh Israel, ada sekitar 20-an. Dan Indonesia dari pihak kementerian luar negeri, meminta pemerintah Turki untuk mengikutkan satu pesawat menjemput delegasi Indonesia,” terangnya.
Sutrawati mengaku informasi pembebasan putranya diperoleh melalui koordinasi antara organisasi kemanusiaan dan pemerintah Indonesia.
Misi yang diikuti Angga diketahui merupakan bagian dari gerakan solidaritas internasional untuk menyalurkan bantuan kepada warga Palestina di Gaza yang selama ini terdampak blokade.
“Ini kan ketiganya ini bersinergi antara Global Sumud Flotilla (GSF), Rumah Zakat Indonesia, dan pemerintah. Jadi saya juga dapat pemberitahuan lewat WhatsApp dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu),” imbuhnya.
Source link
