News

WFH ASN Berlanjut Dua Bulan Lagi, Pemerintah Sebut Konsumsi BBM Turun



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pemerintah kembali mengambil langkah strategis dengan memperpanjang kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat.

Kebijakan WFH bagi ASN itu diperpanjang setidaknya hingga dua bulan ke depan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyusul perang antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Dalam keterangannya, Airlangga menyebut pemerintah telah membahas berbagai kebijakan terkait situasi global saat ini. Karena itu, opsi perpanjangan WFH disepakati.

“Tadi dibahas berbagai kebijakan yang akan diambil, termasuk kebijakan paket ekonomi ke depan dalam situasi seperti sekarang, di mana perang belum berakhir.”

“Maka juga akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan,” kata Airlangga, dikutip Jumat (22/5).

WFH ASN sendiri diketahui telah berlaku sejak April 2026.

Airlangga mengakui kebijakan tersebut cukup efektif dalam menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, pemerintah telah mengantongi perhitungan efisiensi anggaran dari kebijakan tersebut, meski belum dipublikasikan secara rinci.

“Ya tentu konsumsinya turun. (Hitungan penghematan anggaran) ada, nanti di kantong,” ujarnya.

Perlu diketahui, Jumat (22/5/2026) menjadi kali kedua penerapan WFH satu hari bagi ASN sepanjang Mei 2026.

Pada pekan pertama Mei, kebijakan serupa bertepatan dengan libur peringatan Hari Buruh Internasional. Sementara pada pekan ketiga terdapat cuti bersama hari keagamaan.

Awalnya, kebijakan WFH setiap Jumat diterapkan sebagai bagian dari efisiensi fiskal guna menekan belanja operasional birokrasi serta konsumsi BBM.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan fiskal nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dalam kebijakan itu, memang terdapat pembatasan aktivitas fisik. Namun, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai dampaknya terhadap makroekonomi cenderung netral hingga positif karena aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan produktif di tengah penghematan anggaran negara.

(Erfyansyah/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *