News

Anomali Cuaca Terjadi di Sulsel, Pemprov Ingatkan Warga Tetap Waspada Hadapi El Nino ‘Godzilla’



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Amson Padolo, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap anomali cuaca yang terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Imbauan tersebut berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrem serta isu perubahan iklim, khususnya fenomena El Nino yang disebut-sebut berpotensi menjadi “El Nino Godzilla”.

Amson mengatakan, peningkatan kewaspadaan perlu dilakukan berdasarkan data dan rilis resmi yang dikeluarkan oleh BMKG.

Dalam rilis BMKG tersebut, terdapat sejumlah daerah yang masuk dalam kategori waspada akibat tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari ke depan.

Karena itu, masyarakat diminta tetap siaga guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi maupun dampak cuaca ekstrem lainnya.

“Khusus untuk daerah yang masuk dalam rilis BMKG untuk kewaspadaan sampai beberapa hari ke depan,” kata Amson kepada Fajar.co.id.

Lebih lanjut, Amson berharap masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan akibat perubahan cuaca dan iklim.

Saat ini, wilayah Sulawesi Selatan seharusnya sudah mulai memasuki musim kemarau. Namun, pada kenyataannya sejumlah daerah masih diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Di sisi lain, isu mengenai El Nino “Godzilla” yang berpotensi memicu kemarau panjang dan kekeringan berkepanjangan juga mulai menjadi perhatian nasional, termasuk di Sulsel.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat tidak lengah menghadapi potensi dampak perubahan iklim.

“Namun, kami berharap masyarakat senantiasa siap menghadapi berbagai kondisi, mulai dari isu El Nino Godzilla hingga anomali cuaca yang terjadi saat ini, sehingga tetap waspada dan siaga,” tuturnya.

Sebelumnya, BMKG telah memprediksi Indonesia berpotensi memasuki fase El Nino kuat pada tahun ini.

Fenomena tersebut diperkirakan dapat menyebabkan suhu udara menjadi lebih panas dalam beberapa bulan ke depan, sekaligus memicu musim kemarau ekstrem.

Bahkan, kondisi itu disebut berpotensi menjadikan musim kemarau 2026 sebagai salah satu yang terberat dalam 30 tahun terakhir.

Dampaknya diprediksi akan dirasakan di berbagai sektor, mulai dari lingkungan, pertanian, hingga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

(Erfyansyah/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *