News

Misi Kemanusiaan GSP 2.0 Kembali Dicegat Israel, Aktivis hingga Wartawan Indonesia Ikut Diculik



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSP) 2.0 yang membawa bantuan kepada warga Gaza, Palestina kembali berhadapan dengan pasukan Zionis Israel. Para aktivis termasuk wartawan ditangkap di perairan internasional.

Aksi brutal militer Israel terhadap aktivis kemanusian itu dikecam keras oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah mengecam pencegatan konvoi flotilla di perairan Siprus serta penculikan terhadap aktivis yang didalamnya termasuk warga negara Indonesia.

“Kemlu RI mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang dalam pernyataan resmi, dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Yvonne menyebut, insiden pencegatan konvoi kemanusiaan oleh Israel tersebut terjadi saat para aktivis masih berada di wilayah perairan Siprus, yang terletak di bagian timur Laut Mediterania pada Senin waktu setempat.

Informasi yang diperoleh, sekurangnya sepuluh kapal dalam konvoi Global Sumud Flotilla telah dicegat pasukan Zionis, antara lain; Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Kapal Josef yang dicegat diketahui membawa seorang WNI atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) – Rumah Zakat.

Dia menambahkan, pemerintah juga masih terus berupaya membangun komunikasi dengan kapal yang membawa jurnalis Republika, Bambang Noroyono guna memastikan nasib kapal tersebut dan para penumpangnya.

“Kemlu RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” lanjutnya.

Yvonne memastikan bahwa Kemlu RI akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di kawasan, untuk memastikan keselamatan para WNI yang terkena pencegatan Israel.

Selain itu, pemerintah juga menyerukan otoritas Israel agar menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan yang menjadi hak rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin menyebut sekelompok WNI yang terdiri dari sembilan relawan, termasuk dua jurnalisnya Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, telah terkena intersepsi Israel.

Merespons peristiwa tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta menyatakan kecaman atas tindakan Israel yang menangkap aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam misi tersebut termasuk WNI di dalamnya.

Dia lantas meminta pemerintah Indonesia untuk lebih tegas berbicara kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terutama dalam upaya membebaskan para aktivis maupun jurnalis Indonesia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *