News

Kontroversi Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Bikin Adegan ‘Laskar Pelangi’ Kembali Viral



Adegan juri salah nilai jawaban Lintang diungkit netizen. Disebut mirip kasus SMAN 1 Pontianak

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Potongan video film Laskar Pelangi kembali viral di media sosial. Film adaptasi novel Andrea Hirata itu dihubungkan dengan kontroversi lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat.

Meski latar waktu dan tempatnya berbeda, konteks adegan dinilai mirip.

Dalam potongan video itu, tiga siswa SD Muhammadiyah Gantung—Ikal, Lintang, dan Mahar—ikut lomba cerdas cermat.

Lintang menjawab soal, tapi juri menyatakan salah.

“Yang benar pukul 10 lewat 5 menit,” kata juri.

Guru yang hadir, diperankan Tora Sudiro, langsung protes.

“Eh sebentar, tunggu dulu. Hasil aku sama dengan hitungan anak itu,” ujarnya.

Juri awalnya tak terima diprotes.

“Maksudmu apa?”

“Menurut aku hitungan anak itu benar,” jawab sang guru.

Juri merasa kapasitasnya diragukan.

“Kau mau ragukan kami? Lagipula, dari tadi aku melihat anak itu tidak pernah menghitung,” katanya.

Guru tersebut menjelaskan, persoalannya bukan meragukan. Tapi jawaban Lintang layak dipertimbangkan.

Ia menawarkan hitungan ulang di papan tulis, tapi juri menolak.

Perdebatan berlangsung alot hingga Lintang sendiri menguraikan hitungannya. Belakangan, juri mengakui kesalahan dan memenangkan SD Muhammadiyah.

“Maaf, kami melakukan kesalahan. Jawaban anak ini benar. Jadi pemenangnya adalah regu C dari SD Muhammadiyah,” ucapnya.

Mirip Kasus SMAN 1 Pontianak

Kontroversi ini mencuat setelah lomba Cerdas Cermat 4 Pilar tingkat Kalbar dinilai merugikan peserta.

Tim SMAN 1 Pontianak mengunggah potongan video yang dianggap janggal di Instagram @smansaptk.informasi.

Kontroversi terjadi saat pertanyaan soal proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan [BPK] RI.

Peserta diminta menjawab apakah pemilihan anggota BPK wajib mendapat pertimbangan DPD.

“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” jawab regu C dari SMAN 1 Pontianak.

Jawaban itu dianggap salah. Pertanyaan yang sama dijawab regu B dengan kalimat identik, tapi dianggap benar.

Regu C memprotes karena substansi jawaban dinilai sama.

Menanggapi protes, salah satu dewan juri menyebut persoalannya ada pada artikulasi.

“Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,” katanya.

(Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *