Kombes Pol Arya Perdana: Orangtua Harus Aktif, untuk Apa Anak Usia 13 Tahun di Luar Pukul 2 Malam?

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR – Rentetan aksi kriminalitas jalanan yang melibatkan anak di bawah umur di Kota Makassar memicu keprihatinan mendalam. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, memberikan teguran keras kepada para orang tua agar lebih aktif menjaga buah hati mereka dari bahaya pergaulan malam.
Penegasan ini disampaikan Arya usai memimpin ekspose pengungkapan kasus pembacokan seorang bocah berusia 13 tahun di Jalan Abu Bakar Lambogo. Didampingi jajaran pejabat utama Polrestabes Makassar, Arya mempertanyakan peran pengawasan di lingkungan keluarga.
“Jangan biarkan anak-anak kita usia 12 hingga 15 tahun berkeliaran pada dini hari. Buat apa anak umur 13 tahun berada di luar pukul dua malam? Tugas mereka adalah belajar dan istirahat,” ujar Arya dengan nada tegas di hadapan awak media, Selasa (12/5/2026).
Ia menekankan bahwa polisi memang pengampu keamanan, namun orang tua adalah garda terdepan pelindung anak. “Kecuali mereka bekerja atau membantu keluarga, itu lain cerita. Tapi kalau hanya untuk nongkrong, orang tua harus lebih aktif melindungi anaknya sendiri,” tambahnya.
Detik-Detik Penyerangan Brutal: Terekam CCTV
Kejadian yang memicu keresahan ini menimpa seorang bocah berinisial H (13). Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Minggu (10/5/2026) dini hari di ruas jalan antara Kelurahan Maradekaya dan Maradekaya Selatan.
Berdasarkan rekaman CCTV, kawanan geng motor yang mengenakan penutup wajah datang berboncengan sambil menggeber knalpot bising. Kedatangan mereka yang tiba-tiba membuat kerumunan remaja di lokasi kocar-kacir. Nasib nahas menimpa H; ia terjatuh saat mencoba melarikan diri dan langsung menjadi sasaran empuk.
Dalam rekaman yang memilukan, pelaku yang mengenakan hoodie putih tampak menebas punggung korban menggunakan senjata tajam jenis parang panjang menyerupai samurai. Tak hanya menyerang orang, para pelaku juga merusak motor yang terparkir dan mengancam warga dengan anak panah (busur).
Kesaksian Warga: “Baru Kali Ini Ada Mangsa”
Indrawati (39), seorang warga sekitar, mengaku terkejut dengan kebrutalan para pelaku. Menurutnya, geng motor memang sering melintas, namun penyerangan secara buta baru pertama kali terjadi di wilayah mereka.
“Biasanya cuma lewat, tapi baru kali ini mereka ‘dapat mangsa’. Anak itu (H) jatuh karena tertindih motor, di situlah dia langsung ditebas secara membabi buta,” tutur Indrawati yang menyaksikan kejadian dari lantai dua rumahnya.
Kondisi Korban dan Desakan Warga
Saat ini, korban H tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Daya akibat luka sabetan serius pada bagian punggung hingga pinggul. Ketua RT setempat, Siti Nurhayati, memastikan bahwa saat kejadian, warganya hanya sedang berkumpul biasa tanpa melakukan aktivitas mencurigakan.
Source link
