Jelang Muktamar PBNU 2026, Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar Berpeluang Pimpin NU

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Dinamika menjelang Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mulai menghangat. Sejumlah nama disebut memiliki peluang untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan Nahdlatul Ulama tidak kekurangan kader yang memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi.
Menurut dia, beberapa tokoh yang memiliki pengalaman di struktur PBNU dinilai berpeluang maju dalam muktamar mendatang.
Salah satu nama yang disebut ialah Menteri Agama Nasaruddin Umar. Selain itu, Ketua Umum PBNU saat ini, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, juga dinilai memiliki peluang.
“Ya salah satu yang berpotensi. Kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya. Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya,” ujar Gus Ipul dikutip pada Minggu (10/5/2026).
Ia juga menyinggung mantan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, yang menurutnya memiliki pengalaman panjang di internal NU.
“Kiai Said kalau enggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam. Jadi semuanya sebenarnya punya potensi, tinggal berkenan apa tidak,” kata dia.
Gus Ipul menilai organisasi sebesar Nahdlatul Ulama memiliki banyak kader yang siap memimpin. Karena itu, peluang munculnya figur baru dalam bursa calon ketua umum dinilai masih terbuka lebar.
“Apalagi Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum. Banyak sekali yang sudah saya kira siap untuk menjadi ketua umum dan memiliki kriteria yang cukup,” ujarnya.
Meski demikian, ia belum bersedia mengungkap nama lain yang mulai diperbincangkan di internal organisasi.
“Ya calon-calon belum ada secara khusus, tetapi ya semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri,” tutur Gus Ipul.
Di tengah spekulasi mengenai kemungkinan dirinya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, Gus Ipul kembali menegaskan tidak berminat mengikuti kontestasi tersebut.
“Saya sudah sampaikan berulang-ulang ya, saya merasa tidak mencukupi syarat untuk bisa jadi ketua umum,” katanya.
Selain membahas kandidat, Gus Ipul juga memastikan pelaksanaan Muktamar PBNU akan berjalan sesuai mekanisme organisasi tanpa campur tangan pihak luar.
Ia meyakini Presiden RI Prabowo Subianto memahami tradisi dan sistem yang berlaku di lingkungan NU.
“Jadi saya percaya Bapak Presiden akan menyerahkan sepenuhnya mekanisme pemilihan pimpinan Nahdlatul Ulama kepada Muktamar,” ujar dia.
Saat ini, tahapan menuju Muktamar PBNU masih terus dipersiapkan. Agenda Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026, sementara Muktamar PBNU akan digelar pada Agustus 2026. (Muhsin/fajar)
Source link
