News

Heboh Pejuang Palestina Ditolak Masuk RI, Prof Henri: Warga Israel Saja Bebas Wisata ke Bali



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Polemik kabar pejuang Palestina, Dr Basim Naim dan rombongan yang disebut tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia memicu perhatian publik dan menuai sorotan dari berbagai kalangan.

Guru Besar Universitas Airlangga, Henri Subiakto, menilai pemerintah seharusnya bersikap adil terhadap warga asing yang masuk ke Indonesia, termasuk warga Palestina.

Warga Israel Disebut Sudah Lama Masuk Indonesia

Henri menegaskan, selama ini warga Israel diketahui dapat masuk ke Indonesia untuk kepentingan wisata hingga relasi kebudayaan.

Menurutnya, keterbukaan terhadap warga Israel bahkan telah berlangsung sejak era Orde Baru.

“Sementara untuk warga Yahudi Israel, sepengetahuan saya, tidak ada larangan khusus untuk masuk ke Indonesia,” ujar Henri dikutip fajar.co.id, Senin (11/5/2026).

“Keterbukaan Pemerintah Indonesia terhadap kunjungan warga Israel sudah berlangsung sejak era Pemerintah Orde Baru,” lanjutnya.

Henri menyebut warga Israel kerap datang ke sejumlah destinasi wisata populer di Indonesia, seperti Bali, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Toraja hingga Danau Toba.

“Sudah banyak warga Israel datang ke sini untuk berwisata ke Bali, Surabaya, Jogja, Jakarta, Toraja dan Medan (Danau Toba),” katanya.

Disebut Gunakan Paspor Amerika dan Negara Eropa

Henri mengungkapkan, sebagian besar warga Israel yang datang ke Indonesia menggunakan paspor negara lain.

“Mereka biasanya datang berombongan dalam jumlah besar untuk menikmati keindahan destinasi wisata kita,” tuturnya.

“Orang-orang Yahudi itu biasanya datang menggunakan paspor Amerika Serikat atau negara-negara Eropa,” sambungnya.

Ia menyebut, warga Israel umumnya memiliki kewarganegaraan ganda.

“Bagi warga Israel, memang lazim memiliki dua paspor atau dua kewarganegaraan,” jelas Henri.

Jalur Masuk Lewat Thailand dan Calling Visa

Henri juga membeberkan jalur yang biasa digunakan wisatawan Israel untuk masuk ke Indonesia.

“Mereka biasanya terbang dari Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Israel menuju Bangkok, Thailand,” ungkapnya.

Ia menyebut proses pengurusan visa dilakukan melalui Thailand.

“Di Bangkok, negara Zionis itu punya kedutaan yang bisa berhubungan dengan KBRI di sana untuk mendapatkan calling visa agar turis Israel bisa masuk ke Indonesia,” bebernya.

Menurut Henri, kunjungan wisatawan Israel selama ini turut memberikan keuntungan bagi sektor pariwisata nasional.

“Atas nama kepentingan ekonomi dan pariwisata, kita memang bisa menerima turis dari mana pun, termasuk dari Israel yang biasanya memiliki paspor ganda dari Amerika Serikat,” terangnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *