Andi Sinulingga Kritik Ade Armando: Mudah Rusak Reputasi Orang, Baru Minta Maaf Saat Ditekan Publik

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Polemik pernyataan Ade Armando terkait isu politik dinasti di Yogyakarta kembali ramai diperbincangkan publik.
Usai menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya, Ade Armando kini mendapat sorotan dari Aktivis Kolaborasi Rakyat Jakarta, Andi Sinulingga.
Andi menilai Ade Armando kerap menyerang pihak lain lebih dulu, lalu meminta maaf setelah mendapat tekanan besar dari masyarakat.
Menurutnya, tindakan tersebut berlebihan karena dinilai mudah merusak nama baik orang lain.
“Ade itu benar-benar bangsat biadab. Dengan mudah dia mutilasi reputasi orang,” ujar Andi dikutip fajar.co.id, Kamis (7/5/2026).
Ade Armando Disebut Tekan Lawan yang Lemah
Andi juga menuding Ade Armando memiliki pola tertentu dalam menghadapi kritik maupun respons publik.
Menurutnya, Ade akan terus menyerang apabila respons balik yang diterimanya kecil atau lemah.
“Jika respon balik kecil, maka ditindas olehnya,” katanya.
Namun, ketika mendapat perlawanan yang dianggap setara, sikap Ade disebut berubah.
“Jika respon setara dia pongah,” sambungnya.
Baru Minta Maaf Saat Tekanan Publik Membesar
Lebih lanjut, Andi Sinulingga menyebut permintaan maaf Ade Armando baru muncul setelah gelombang kritik dari publik semakin besar.
“Kalau respon besar baru dia minta maaf,” tandasnya.
Ade Armando Sampaikan Permintaan Maaf
Sebelumnya, Ade Armando menyampaikan permohonan maaf usai videonya terkait politik dinasti menuai polemik di media sosial.
Permintaan maaf itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun X pribadinya, @adearmando61, pada Senin (4/12/2023).
Dalam video tersebut, Ade mengaku menyesalkan kegaduhan yang muncul, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Saya ingin ajukan permohonan maaf sebesar-besarnya seandainya video saya terakhir tentang politik dinasti telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Ade Armando.
Ade juga mengaku telah mendengar adanya rencana aksi penangkapan terhadap dirinya hingga isu penggerudukan kantor PSI Yogyakarta.
Karena itu, dia menegaskan bahwa pernyataannya merupakan pandangan pribadi dan tidak mewakili sikap resmi partai.
“Apa yang saya sampaikan di video saya tersebut adalah pandangan saya, sikap politik saya. Ini tidak ada hubungannya dengan pandangan politik, sikap politik, maupun policy dari DPP PSI dan DPW PSI Yogyakarta,” jelasnya.
Ade menambahkan, permintaan maaf tersebut juga disampaikan mengikuti arahan dari DPP PSI.
Awal Polemik Politik Dinasti Yogyakarta
Polemik bermula saat Ade Armando mengkritik aksi mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia (UI) dan BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengangkat isu politik dinasti di Yogyakarta.
Melalui unggahan di akun X miliknya, Ade mempertanyakan sikap mahasiswa yang dianggap tidak menyoroti sistem pemerintahan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Ini ironi sekali karena mereka justru sedang berada di sebuah wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti,” ucap Ade Armando.
Ade kemudian menyinggung posisi Gubernur DIY yang dijabat Sultan Hamengku Buwono X berdasarkan garis keturunan Kesultanan Yogyakarta.
Menurutnya, kondisi tersebut juga termasuk bentuk politik dinasti yang seharusnya menjadi perhatian mahasiswa.
(Muhsin/fajar)
Source link
