Terjerat Kasus Video Ceramah JK, Ini Alasan PSI Tidak Akan Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie tengah dihadapkan dengan masalah hukum dalam kasus dugaan pemotongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK).
Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam resmi melaporkan Grace ke Bareskrim Polri, Jakarta, Senin 4 Mei 2026.
Nahasnya, PSI tidak akan memberi bantuan hukum atau membela Grace karena penyataannya merupakan sikap pribadi, bukan representasi atau mewakili partai secara resmi.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali saat ditemui wartawan di kantor DPP PSI, Selasa (5/5/2026), menanggapi laporan yang menyeret Grace Natalie.
“Gini, pernyataan yang disampaikan oleh anggota partai, toh, katakan Mbak Grace, itu adalah pernyataan pribadi,” ujar Mad Ali, sapaan karibnya.
Ia menegaskan, secara kelembagaan, PSI tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, laporan yang ada harus dipertanggungjawabkan secara pribadi oleh yang bersangkutan.
“Secara kelembagaan, kami pastikan tidak akan memberikan bantuan hukum secara kelembagaan kepartaian. Karena hal ini hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan secara pribadi,” tegasnya.
Meski demikian, Ahmad Ali memastikan bahwa PSI tetap memberikan dukungan kepada Grace Natalie, namun dalam kapasitas hubungan personal, bukan sebagai institusi partai.
“Partai Solidaritas Indonesia dalam konteks sebagai pertemanan, sebagai sahabat, kami memberikan bantuan personal,” ujar dia.
Pernyataan ini menegaskan garis pemisah antara sikap individu kader dan posisi resmi partai dalam menghadapi persoalan hukum yang melibatkan anggotanya.
Di sisi lain, terlapor lain, Ade Armando resmi mengundurkan diri dari PSI pada Selasa 5 Mei 2026. Ia menyebut keputusan tersebut adalah jalan terbaik.
“Melalui konferensi pers ini, saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI. Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama,” kata Ade Armando di Kantor DPP PSI, Jakarta.
Ade menyadari, beberapa waktu terakhir dirinya menjadi sasaran kritik hingga hujatan pedas. Ade merasa tidak nyaman apabila kritik terhadapnya turut berimbas kepada citra partai dan jajarannya, sehingga opsi mengundurkan diri dari PSI menjadi keputusan terbaik.
“Pimpinan-pimpinan PSI selalu mengatakan bahwa mereka selalu bersedia atau mereka selalu berada bersama saya. Tapi tidak adil ya, kalau bapak-bapak, ibu-ibu di PSI harus juga menanggung akibat dari apa yang saya sampaikan,” tegasnya.
Source link
