News

Pengidap Asma di Dunia 260-an Juta Orang, Rokok Jadi Salah Satu Penyebabnya



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia [PDPI] Dr. dr. Arief Riadi Arifin menyebut penderita asma di dunia sekitar 260-an juta. Jumlah itu ibarat nyaris seluruh rakyat Indonesia, yang jumlahnya 288 jutaan jiwa.

“459 ribu kematian tiap tahunnya,” kata Arief saat konferensi pers melalui Zoom dalam rangka peringatan Hari Asma Sedunia dan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Selasa, 5 Mei 2026.

Dokter spesialis paru itu mengatakan, asma sebenarnya penyakit yang bisa dikendalikan. Sebanyak 50 persen kasus bisa dikontrol.

“Tentunya dengan terapi yang tepat, penggunaan obat yang baik, obat pengontrol, maka bisa tercapai angka kontrol yang baik sampai 50 persen,” ujarnya.

Meski begitu, separuhnya juga tak bisa dikendalikan.

“Namun, lebih dari 50 persen juga tidak bisa terkontrol dengan maksimal, dikarenakan adanya kesenjangan dalam diagnosis, edukasi, dan kepatuhan terapi,” terangnya.

Salah satu penyebabnya, menurut Arief, yakni asap rokok. Baik perokok pasif maupun aktif.

“Kita tahu asap rokok salah satu penyebab penyakit asma, dan memperburuk kontrol terhadap penyakit asma. Baik perokok aktif maupun pada perokok pasif,” jelasnya.

Berangkat dari situ, dia menegaskan agar menjaga lingkungan dengan menghentikan paparan rokok.

“Oleh karena itu, kami mengajak kendalikan asma dengan terapi tetap, dan hentikan paparan rokok dari dalam diri sendiri dan lingkungan,” ucapnya.

“Mari kita tegaskan bersama, asma bisa dikontrol, dan hidup tanpa rokok bagian dari solusi,” sambungnya.

Momentum Mengingat

Ketua Umum Yayasan Asma Indonesia dr. Rita Rogayah mengajak masyarakat peduli dengan asma. Asma, kata dia, tak hanya memengaruhi fisik.

“Karena kita tahu, selain berdampak pada kesehatan fisik, ini juga memengaruhi kualitas hidup. Sehingga semua penyandang asma ini, harus tahu betul bagaimana penanganan jangka panjang,” ucapnya.

“Jadi untuk jangka panjang ini, harus ada kerja sama antara pasien, keluarga pasien, dan dokter,” tambahnya.

Dia menegaskan asma bisa dikontrol.

“Karena asma ini dapat terkontrol, tapi dengan catatan si penyandang asma ini harus memahami pencegahan, pengobatan, bagaimana menghindari faktor pencetus,” paparnya.

Di momentum peringatan Hari Asma Sedunia, Rita menyebut sebagai momen penting untuk mengingat. Bagaimana edukasi, proteksi dini asma yang tepat dan berkelanjutan.

“Kami mengharapkan masyarakat bisa menjaga saluran pernapasan, dan peduli lingkungan yang bebas dari polusi. Ini salah satunya dengan bebas asap rokok. Ini sangat tepat, bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Mei ini,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *