News

Pelaku Penikaman di Gowa Menyerahkan Diri, Sempat Kabur ke Bone



PORTALUTAMA.NET, GOWA — Pelarian terduga pelaku penikaman di wilayah Malakaji, Kabupaten Gowa, akhirnya terhenti. Setelah beberapa hari menghilang dan disebut sempat berada di Kabupaten Bone, pria berinisial R memilih menyerahkan diri ke Mapolres Gowa pada Minggu (3/5/2026).

Ia tidak datang sendiri. Proses penyerahan diri tersebut didampingi langsung oleh pihak keluarga, setelah aparat kepolisian melakukan pendekatan secara persuasif.

Insiden Berdarah Terjadi Malam Hari

Peristiwa penikaman itu terjadi pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 22.40 WITA di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa.

Korban diketahui bernama Umar Sidik (24). Ia mengalami luka tusuk serius di bagian perut akibat serangan senjata tajam.

Usai kejadian, korban sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Tompobulu sebelum dirujuk ke RSU Lanto Dg Pasewang, Kabupaten Jeneponto.

Saat ini, korban menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Korban Belum Bisa Dimintai Keterangan

Kanit Resmob Satreskrim Polres Gowa, Andi Muhammad Alfian, mengungkapkan kondisi korban masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan.

“Korban masih dalam perawatan intensif sehingga belum bisa dimintai keterangan,” ujar Alfian, Senin (4/5/2026).

Sementara itu, Pelaksana Jabatan (Pj) Kasat Reskrim Polres Gowa, Arman Tarru, memastikan terduga pelaku telah berada di tangan polisi.

“Terduga pelaku sudah menyerahkan diri. Bahkan, orang tuanya ikut mengantar ke kantor polisi,” kata Arman secara terpisah.

Ia menjelaskan, langkah tersebut tidak lepas dari upaya pendekatan yang dilakukan aparat bersama Polsek Tompobulu, tokoh masyarakat, serta pemerintah setempat.

Motif Masih Didalami Polisi

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik penikaman tersebut. Keterangan antara korban dan pelaku disebut belum sejalan.

“Kami dari Satreskrim Polres Gowa masih terus mendalami motif kejadian ini, karena keterangan korban dan pelaku berbanding terbalik,” jelasnya.

Dari penelusuran awal, insiden ini diduga berawal dari persoalan sepele.

“Ini masih kami dalami. Korban dan pelaku sama-sama mengaku mobil mereka mogok di lokasi kejadian, lalu digas berulang kali hingga memicu ketersinggungan yang berujung pada aksi kekerasan,” tutur Arman.

“Kami masih menunggu kondisi korban memungkinkan untuk dimintai keterangan agar kronologi dan pemicu penikaman ini dapat terungkap secara jelas,” tambahnya.

Sajam Masih Dicari, Pelaku Terancam 7 Tahun Penjara

Selain motif, polisi juga masih mencari alat yang digunakan dalam penikaman tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *