Diduga Lecehkan Anak SD Sampai Depresi, Oknum TNI di Kendari Kabur Saat Pemeriksaan, Dandim Bereaksi Keras

PORTALUTAMA.NET, KENDARI — Kasus kekerasan seksual oleh oknum TNI di Kendari, Sulawesi Tenggara memantik perhatian publik. Korban berinisial AKS merupakan anak berusia 12 tahun mengalami depresi berat. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.
Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.
Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.
VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.
“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Sementara itu pelaku berinisial Sertu MB melarikan diri saat pemeriksaan dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Tak lama setelah perkara ini menjadi perbincangan luas, Komandan Kodim (Dandim) 1417/Kendari Letkol Arm Danny AP Girsang akhirnya buka suara.
Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan komitmen institusinya untuk menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu.
Danny mengakui insiden tersebut menjadi perhatian serius. Ia pun menyampaikan penyesalan atas perbuatan oknum prajurit yang mencoreng nama institusi.
“Kami memohon maaf atas kejadian yang dilakukan oleh oknum ini dan kami berkomitmen tidak ada toleransi, akan kami lakukan sesuai aturan yang berlaku,” kata Danny, kemarin.
Lebih lanjut, Danny menjelaskan bahwa kasus dugaan pencabulan yang menyeret Sertu MB kini telah ditangani oleh Denpom XIV/3 Kendari.
Saat ini, yang bersangkutan berstatus tidak hadir tanpa izin (THI) dan tengah dalam pencarian intensif.
“Sampai saat ini kami terus melakukan pencarian, termasuk mengeluarkan surat pencarian orang dan langkah-langkah hukum lainnya,” tegasnya.
Danny memastikan, penanganan kasus ini akan dilakukan secara terbuka dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Ia menegaskan tidak akan ada upaya menutup-nutupi fakta di lapangan.
“Kami tidak akan menutupi, semua akan jelas sesuai dengan proses hukum yang berjalan dan keputusan dari tim pemeriksa Denpom,” imbuhnya.
Source link
