Islah Bahrawi: Laporkan Amien Rais Tidak Semudah Itu

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais yang siap menghadapi proses hukum turut mendapat tanggapan dari tokoh Nahdlatul Ulama, Islah Bahrawi.
Ia menyinggung aspek hukum jika kasus tersebut benar-benar dibawa ke ranah pengadilan.
Islah menegaskan, proses hukum terkait dugaan pencemaran nama baik tidak sesederhana yang dibayangkan.
Dikatakan Islah, ada ketentuan yang harus dipenuhi sebelum laporan dapat diproses.
“Memang agak ribet ya? Kalau ingin melaporkan pak Amien Rais karena pencemaran nama baik,” ujar Islah dikutip fajar.co.id, Minggu (3/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa pelaporan harus dilakukan langsung oleh pihak yang merasa dirugikan.
“Harus Teddy langsung yang melaporkan. Aturannya gitu. Setelah itu jauh lebih ribet lagi,” sebutnya.
Pembuktian Jadi Tantangan
Islah juga menyinggung soal pembuktian dalam perkara tersebut yang dinilai tidak mudah.
“Pelapor harus membuktikan bahwa tudingan itu salah dan pihak terlapor wajib membuktikan tudingannya benar,” jelasnya.
Ia mempertanyakan metode yang akan digunakan untuk membuktikan tudingan tersebut di pengadilan.
“Masalahnya, metode pembuktiannya gimana coba?” timpalnya.
Sebelumnya, Amien Rais menyampaikan pandangannya terkait Presiden Prabowo Subianto.
“Saya usulkan, Pak Prabowo secara kesatria, Prabowo melepaskan diri dari si Teddy yang berbahaya itu,” kata Amien Rais.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari mengatakan bahwa pernyataan Amien Rais dipengaruhi oleh informasi yang tidak valid.
“Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor-doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” ujar Qodari dikutip fajar.co.id, Minggu (3/5/2026).
Ia menjelaskan, tudingan yang berkembang berasal dari konten media sosial yang tidak bisa dijadikan rujukan faktual.
Qodari mencontohkan salah satu konten yang menjadi sumber kesalahpahaman, yakni video lagu berjudul Aku Bukan Teddy.
“Kenapa korban dari hoaks? Karena dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab dan Pak Teddy adalah gay,” Qodari menuturkan.
“Itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul Aku Bukan Teddy, yang dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa yang menyanyi itu adalah Ibu Titiek,” tambahnya.
Namun, menurutnya, jika ditelusuri lebih jauh, konten tersebut tidak sesuai dengan asumsi yang berkembang.
“Padahal kalau kita tonton video lagu Aku Bukan Teddy itu jelas bahwa yang nyanyi bukan Ibu Titiek,” tegasnya.
Source link
