Kabur ke Yaman Dibalas Telak, Ray Rangkuti dan Gus Hilmi Sentil Masa Lalu Prabowo ke Yordania

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung tren ‘kabur aja dulu’ terus memantik respons dari berbagai kalangan.
Setelah sebelumnya Prabowo menyarankan pihak yang ingin ‘kabur’ untuk pergi ke Yaman, kini sejumlah tokoh memberikan sindiran balik dengan nada kritis.
Pengamat politik, Ray Rangkuti, menyinggung masa lalu Prabowo yang pernah berada di luar negeri.
Ia menyampaikan perbandingan antara Yaman dan Yordania dengan nada satir.
“Yang sudah terbukti, kabur ke Jordan bisa jadi Presiden (Menyinggung Prabowo yang mengasingkan diri ke Yordania pada 1998),” ujar Ray dikutip fajar.co.id, Kamis (30/4/2026).
“Jadi lebih baik ke Jordan atau ke Yaman?,” tambahnya.
Seperti diketahui, Prabowo pernah mengasingkan diri ke Yordania pada pertengahan 1998 pasca gejolak politik dan tuduhan terkait kerusuhan.
Menurut sumber yang dikutip, Prabowo memilih tinggal di Amman untuk menghindari fitnah di tanah air. Kala itu, Prabowo merasa dituduh sebagai dalang kerusuhan 1998.
Gus Hilmi Ikut Menyindir Prabowo
Nada serupa juga disampaikan Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi.
Ia melontarkan pertanyaan bernada sindiran terkait pilihan negara tujuan yang disebutkan Prabowo.
“Sebenarnya kalau ada yang mau kabur itu enaknya ke Yaman apa ke Jordan?,” cetusnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik usai menyampaikan pidato dalam agenda groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Kabupaten Cilacap, Rabu (29/4/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung dua istilah yang sempat ramai di media sosial. Di antaranya ‘Indonesia Gelap’ dan ‘kabur aja dulu’.
Source link
