Petugas SAR Ekstra Hati-hati, Tiga Korban Kecelakaan KRL Masih Terjepit

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Petugas SAR gabungan harus bekerja ekstra keras untuk mengevakuasi korban KRL akibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi.
Sejak kejadian pada Senin malam hingga Selasa pagi sekitar pukul 05.53 WIB, tim SAR masih berjuang mengevakuasi tiga penumpang yang terjepit.
Para petugas pun harus bergantian bekerja untuk menyelamatkan korban dengan memotong besi rangkaian gerbong KRL. Sementara itu, jumlah korban meninggal sejauh ini dilaporkan mencapai 6 orang serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii dalam video yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan personel Basarnas dan tim SAR gabungan menggunakan peralatan ekstrikasi berat untuk memotong bagian-bagian rangkaian KRL yang menahan tubuh korban.
“Kami melibatkan personel yang memiliki kemampuan khusus ekstrikasi. Proses evakuasi berjalan simultan dengan penanganan medis di lokasi agar kondisi fisik korban yang masih terhimpit tetap stabil selama proses penyelamatan,” kata dia.
Dia mengungkapkan mereka harus penuh kehati-hatian dan bekerja secara efektif karena ruang gerbong KRL sempit, mengingat sebagian dari kepala KA Agro Bromo masuk ke dalamnya.
Dengan begitu, lanjutnya, bagian dalam gerbong KRL itu hanya bisa memuat maksimal sebanyak 25 petugas SAR termasuk tenaga medis.
“Yang pasti kita bekerja non-stop tidak ada jeda. Personel yang akan kita ganti dari luar masuk ke dalam gerbong, kemudian di dalam kita bergantian. Dan tentunya yang kita libatkan adalah personel-personel yang memang memiliki kemampuan untuk ekstriksasi. Itu yang utama,” ucapnya.
Source link
