11 Ribu Penerima Bansos Dihapus, Kemensos Tambah 25 Ribu KPM Baru di Tahap 2

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Memasuki penyaluran bantuan sosial (Bansos) triwulan kedua tahun 2026, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) melakukan pembaruan besar pada data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Langkah ini menjadi fase baru dalam distribusi bansos yang lebih akurat, menyusul kolaborasi intensif dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan integrasi data kependudukan nasional.
Kolaborasi Data, Awal Babak Baru Penyaluran
Pemerintah secara resmi merilis hasil pemutakhiran data terbaru yang akan menjadi dasar utama penyaluran bansos di seluruh Indonesia.
Proses ini merupakan hasil sinergi antara BPS dan Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, yang menghasilkan data kependudukan lebih dinamis dan mutakhir.
Pertemuan strategis yang digelar di kantor Kemensos pada awal pekan ini menandai dimulainya tahapan baru penyaluran bansos berbasis data terkini.
Cakupan Data Meningkat Signifikan
Dari hasil pembaruan tersebut, jumlah data keluarga dan individu mengalami peningkatan signifikan.
Data keluarga kini tercatat lebih dari 95,3 juta, sementara total individu mencapai lebih dari 289,3 juta jiwa.
Kondisi ini menunjukkan basis data yang semakin luas untuk menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
11 Ribu Penerima Dicoret
Dalam proses pemutakhiran, pemerintah juga menemukan adanya penerima yang tidak lagi layak mendapatkan bantuan.
Sebanyak 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdeteksi masuk kategori inclusion error atau tidak sesuai kriteria.
Source link
