40 Negara Bergerak Tanpa AS Buka Selat Hormuz

PORTALUTAMA.NET – Sekitar 40 negara secara mendadak mengambil inisiatif membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, tanpa melibatkan Amerika Serikat (AS). Langkah ini muncul sebagai respons atas gangguan yang terjadi akibat konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan dengan Iran yang mengancam pasokan energi global.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menyalurkan sekitar 20% konsumsi minyak dunia. Gangguan di wilayah ini berpotensi menyebabkan lonjakan harga minyak, kenaikan biaya energi, dan tekanan besar pada ekonomi negara-negara importir. Oleh sebab itu, pembukaan kembali jalur ini menjadi prioritas utama bagi komunitas internasional.
Koalisi Internasional Bergerak Tanpa AS
Pada Kamis, 2 April 2026, sebuah pertemuan darurat dipimpin oleh Inggris dengan melibatkan negara-negara besar seperti Prancis, Jerman, dan India. Mereka membahas berbagai opsi mulai dari pembersihan ranjau laut, pengamanan kapal komersial, tekanan ekonomi terhadap Iran, hingga upaya diplomasi untuk membuka jalur pelayaran tersebut.
Namun, yang paling mencolok adalah absennya AS dalam koalisi ini. Presiden AS memilih untuk tidak terlibat langsung dan justru meminta negara-negara lain untuk bertanggung jawab atas keamanan jalur tersebut. Sikap ini menandai perubahan besar dalam dinamika geopolitik global, di mana sekutu-sekutu Barat mulai bergerak mandiri tanpa dominasi AS.
“Kita telah melihat Iran membajak jalur pelayaran internasional untuk menyandera ekonomi global,” jelas Menteri Luar Negeri Inggris saat memberikan pernyataan keras terkait tindakan Iran.
Source link
