Komentar Gibran Rakabuming Raka soal Pro dan Kontra Festival Kuliner Nonhalal di Solo
PORTALUTAMA.NET, SOLO — Festival kuliner nonhalal di Mal Solo Paragon Surakarta, Jawa Tengah, 3-7 Juli, yang menuai respons pro dan kontra di tengah masyarakat masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Apalagi, festival itu sempat dihentikan ormas.
Merespons pro kontra itu, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pro dan kontra yang sempat mewarnai festival kuliner nonhalal pada pekan lalu tidak mengganggu kehidupan toleransi masyarakat di Solo. ”Nggak apa-apa, tenang saja,” kata Gibran seperti dilansir dari jawapos, Senin (8/7).
Menurut dia, kota toleran bukan masalah indikatornya tetapi penerapan di lapangan. ”Implementasi di lapangan saja, di kehidupan sehari-hari. Saya kira baik-baik saja,” ujar Gibran.
Menurut dia, kejadian pro dan kontra soal festival makanan nonhalal tersebut merupakan hal yang biasa. Masukan dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) merupakan hal yang positif.
”Memang, kalau ada insiden seperti itu biasalah. Kan masukan-masukan dari teman-teman semua, termasuk DSKS kemarin juga memberikan masukan yang positif,” terang Gibran.
Dia mengatakan, hingga acara berakhir pada Minggu (7/7), seluruh pihak juga bersikap kooperatif. ”Nggak apa-apa, semua kooperatif. Teman-teman DSKS kooperatif semua,” ucap Gibran.
Sebelumnya, festival kuliner nonhalal bertajuk Festival Pecinan Nusantara di Mal Solo Paragon Surakarta, Jawa Tengah, 3-7 Juli sempat dihentikan sementara sebagai buntut munculnya pro dan kontra dari sejumlah pihak. Salah satunya dari DSKS.
