News

Dedek Prayudi Ungkap Dilema Gibran saat Bantu Prabowo



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Dedek Prayudi mengungkap cerita di balik pertemuan empat mata dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat dirinya masih menjabat juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO).

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akrab disapa Uki itu mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Gibran banyak bercerita sekaligus memberikan masukan dan meminta pendapatnya.

“Ketemu gua empat mata di situ. Terus banyaklah yang beliau (Gibran, red) ceritakan. Banyak juga yang beliau kasih masukan ke saya atau bahkan sempat minta pendapat saya juga ada,” ujar Uki, dikutip fajar.co.id dari kanal YouTube The Authority, Rabu (28/10/2026).

Gibran disebut ingin pemerintahan Prabowo sukses

Dalam pertemuan tersebut, menurut Uki, Gibran menceritakan dilema yang dihadapinya ketika ingin membantu Presiden Prabowo Subianto menjalankan pemerintahan.

Uki mengutip pernyataan Gibran yang disebut ingin memastikan pemerintahan Prabowo berjalan sukses.

“Saya itu penginnya pemerintahan Pak Prabowo ini sukses,” ujar Uki, menirukan pernyataan Gibran.

Namun, keinginan untuk berkontribusi itu disebut tidak lepas dari kekhawatiran. Gibran, menurut Uki, merasa berada dalam posisi serba salah ketika harus menentukan sejauh mana dirinya perlu mengambil langkah untuk membantu pemerintahan.

Di satu sisi, jika tidak melakukan apa-apa, ia khawatir dianggap tidak bekerja untuk menyukseskan pemerintahan. Di sisi lain, jika terlalu aktif, langkahnya berpotensi ditafsirkan sebagai upaya bergerak sendiri.

“Tapi saya dihadapkan sama sebuah dilema. Di satu sisi kalau saya enggak ngapa-ngapain saya salah, artinya saya enggak bekerja untuk menyukseskan pemerintahan gitu, tapi kalau di sisi lain dianggap gerak sendiri,” kata Uki, mengutip pernyataan yang disebut disampaikan Gibran.

Khawatir dianggap sebagai ancaman politik

Uki melanjutkan, Gibran juga disebut khawatir jika langkah aktifnya dalam membantu Prabowo mendapat sorotan media secara berlebihan dan memunculkan penilaian bahwa dirinya memiliki kepentingan politik tersendiri.

Menurut cerita Uki, Gibran merasa niatnya membantu pemerintahan tidak selalu akan dipahami sebagaimana yang diharapkannya.

“Kalau terlalu disorot media nanti dianggapnya mau macam-macam. Dianggapnya saya ancaman segala macam. Padahal niatnya enggak gitu,” ujar Uki, kembali mengutip pernyataan Gibran.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *