Hari Ini! 30 Titik Aksi Massa di Makassar, Desak Hentikan MBG, Karhutla Jadi Bencana Nasional

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026, diwarnai gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran di Kota Makassar maupun Kabupaten Gowa.
Puluhan kelompok mahasiswa, aktivis, hingga serikat pekerja turun ke jalan menyuarakan berbagai tuntutan.
Isu yang diangkat pun beragam, mulai dari evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), krisis energi, penuntasan Karhutla, hingga penegakan HAM.
Berdasarkan data yang dihimpun fajar.co.id, setidaknya ada 30 titik aksi yang tersebar di berbagai lokasi strategis.
Mulai dari Gerbang Batas Kota Makassar-Gowa di Jalan Sultan Alauddin, Flyover AP Pettarani, Kantor DPRD Sulsel, Kantor Gubernur, Polda Sulsel, hingga Mapolresta Gowa.
Aksi Pagi Hingga Sore Hari
Sejumlah aksi dimulai sejak pagi hari. Pukul 09.00 Wita, Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPMI-KSPSI) menggelar aksi di Flyover, Polda Sulsel, dan Polsek Panakkukang.
Mereka menyikapi dugaan salah tangkap oleh Polres Jeneponto dan menuntut pencopotan Kapolsek Panakkukang.
Bukan hanya itu, DPP The Legend 120 Sulawesi Selatan yang juga akan menggelar aksi damai di Pelataran Monumen Mandala dan Flyover Kota Makassar.
Dengan massa sekitar 150 orang, mereka mengangkat tema persatuan dan kebangsaan dengan pesan ‘Sulsel Aman, Makassar Damai’.
Evaluasi Kinerja Prabowo-Gibran dan Penolakan MBG
Sejumlah elemen mahasiswa kompak mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Front Mahasiswa Revolusioner (FMR) Sulsel, turut memperingati Sumpah Pemuda dengan isu evaluasi program prioritas, hak buruh dan petani, krisis energi Sulsel, hingga pengesahan RUU Perampasan Aset.
Tuntutan serupa juga disuarakan Aliansi Mahasiswa UMI (AMU). Mereka menuntut jaminan ruang demokrasi yang aman, penghentian perampasan ruang hidup masyarakat, serta penetapan Karhutla sebagai bencana ekologi sosial.
Dugaan Korupsi Hingga Krisis Kesehatan
Selain isu nasional, aksi massa juga menyoroti persoalan lokal dan sektoral. Gerakan Perjuangan Aktivis Mahasiswa (GPAM) bakal menggelar aksi di Polrestabes Makassar, Kejati Sulsel, hingga Polda Sulsel.
Mereka mengangkat isu dugaan korupsi proyek perpustakaan di Pangkep, dugaan pungli dan jual beli pengelolaan dapur MBG di Bulukumba, serta penindakan tambang ilegal.
Isu layanan kesehatan juga menjadi perhatian. DPP Elang Timur Indonesia akan menggelar aksi di Kantor BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Source link
