News

Klaim Budiman Sudjatmiko: 58 Persen Pemilih Prabowo Adalah Kelompok Progresif



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko menyebut 58 persen pemilih Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di Pilpres 2024 bagian dari kelompok progresif.

Hal itu diungkapkan dalam program Gaspol yang tayang di YouTube Kompas.com.

Mulanya, host menanyakan bagaimana tanggapan Budiman terhadap pemilih Prabowo yang dirundung di media sosial. Karena dianggap jadi penyebab persoalan sosial hari ini.

“Kehancuran bagi neolib, sosial bagi sosialis libertarian, populis agraris, tapi tidak bagi sosialis. Tidak bagi seorang republikan, tidak bagi orang progresif,” kata Budiman menanggapi, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, 58 persen tersebut ialah pemilih agenda progresif. Karena tak ingin ada ketimpangan.

“Mereka memilih agenda patritotisme. Agenda progresif, yang bukan hanya anti diskriminasi, yaitu ketimpangan karena faktor non ekonomi, tapi juga anti eksploitasi, yaitu ketimbangan akibat faktor ekonomi, struktur, dan keadilan,” jelasnya.

Budiman melihat saat ini hanya Prabowo yang bisa sejajar dengan pemimpin negara besar.

“Hari ini maaf, yang ngerti geopolitik, geostrategi, yang bisa ngomong dengan Putin sambil pegang bahu ketawa-ketawa, bisa dengan Xi Jin Ping peluk-pelukan, yang bisa dengan Trump beranda, yang bisa dengan Macrom hotos-jotosan. Kira-kira begitu,” papar Budiman.

Hal tersebut, menurutnya, tak bisa dia bayangkan bisa dilakukan tokoh lain.

“Saya tidak bisa membayangkan yang lain melakukan hal sama,” ucapnya.

Dia menekankan pentingya sikap yang diambil Prabowo saat ini.

“Padahal hanya dengan jotos-jotosan, bercanda, rangkul-rangkulan, peluk-pelukan, pegang-pegangan punggung, dalam level internasional itu bisa mencairkan ketegangan,” ujarnya.

“Hari ini, ya stoknya cuma Pak Prabowo,” sambung Budiman.

Budiman juga menyentil kelompok pengkritik Prabowo yang disebutnya ada tiga golongan. Di antaranya sosial liberal, populis agraris, dan neoliberal.

“Silahkan kaum neoliberal, yang mengimbangi kemampuan Pak Prabowo, calonnya. Silahkan yang sosial liberal, silahkan yang populis agraris. Enggak papa. Fair,” ungkapnya.

(Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *