Pernyataan Dino Patti Djalal Soal MSCI, Said Didu Hingga Akbar Faizal Beri Komentar

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Komentar Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal soal MSCI dan ekonomi Indonesia mendapatkan berbagai respon.
Termasuk diantaranya ada mantan sekretaris BUMN, Said Didu dan kritikus Faizal Assegaf.
Mulai dari Said Didu di cuitan akun media sosial X pribadinya justru memberikan komentar dan saran untuk mendengarkan soal apa yang dilakukan oleh Pemerintah.
Said Didu menyebut Pemerintah dan OJK sudah melakukan segala cara bahkan melebihi dari negara lain. Hanya saja, cuma Indonesia yang disebutnya diberi sanksi.
“Sebaiknya Bapak juga mendengarkan apa yg sudah dan sedang dilakukan oleh pemerintah (@ojkindonesia),” tulis Said Didu dikutip Sabtu (24/10).
“Indonesia sdh lakukan lebih dari negara lain dan sdh melebihi permintaan MSCI, tapi hanya Indonesia yang diberikan “sanksi”. Mari kita obyektif dg basis nasionalisme,” ujarnya.
Sementara komentar lain diberikan oleh kritikus Faizal Assegaf dan menyebut komentar dari Dino Patti punya beberapa poin dan ambil sisi positifnya.
Apa yang dikatakan soal pernyataan ini dicerna dengan pikiran cerdas dan mengambil poin yang benar-benar bisa dibenahi.
“Ambil sisi positifnya, dengarkan dengan pikiran yg cerdas dan mulailah berbenah,” sebut Faizal Assegaf.
“Bermegara harus & wajib saling berangkulan demi tujuan bersama,” tuturnya.
Komentar Dino Patti Djalal
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal memberi peringatan soal kondisi keuangan dan MSCI.
Lewat salah satu unggahan video di media sosial X pribadinya, ada pesan sekaligus peringatan penting yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal.
Ia menyebut dan meminta perhatian khusus soal situasi ini. Jangan sampai situasi ini diremehkan dan justru makin kritis.
Dino Patti mengingatkan soal tumbangnya Pemerintahan Presiden Kedua Soeharto yang saat itu Pemerintahannya disebutnya lebih kuat dibanding Pemerintah saat ini.
Tumbangnya Pemerintah Soeharto kala igu karena adanya krisis moneter yang justru berevolusi menjadi multi krisis yang menyentuh beberapa sektor.
“Jangan pernah meremehkan masalah keuangan yang menumbang Pemerintah Soeharto. Yang waktu itu jauh lebih kuat dari Pemerintah sekarang,” kata Dino Patti Djalal dikutip Sabtu (24/10).
“Bukan invasi asing atau kudeta militer, tapi krisis moneter yang berubah menjadi multi krisis,” sebutnya.
“Kriris ekonomi, kritis sosial, krisis keamanan, krisisi legitimasi dan krisis politik,” sambungnya.
Soal Erosi Kepercayaan
Dino Patti juga memberikan peringatan soal tanda-tanda benih erosi kepercayaan yang sudah muncul di kalangan pengusaha baik di dalam maupun luar Negeri.
Source link
