News

Diduga Ditangkap dan Dikeroyok Saat Demo, Mahasiswa Unhas Sebut Ada Upaya Pengekangan Demokrasi



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Solidaritas penangkapan sewenang-wenang di Universitas Hasanuddin (Unhas) menyampaikan pernyataan sikap di depan Polrestabes Makassar menyusul penangkapan tiga orang mahasiswa dalam aksi bertajuk Red Card 2 Tahun Prabowo-Gibran.

Dalam pernyataan tersebut, massa menyoroti dugaan tindakan represif yang dialami mahasiswa saat menggelar aksi di lingkungan kampus.

Mereka menuding pihak kampus, satpam, preman, dan kepolisian terlibat dalam rangkaian tindakan terhadap peserta aksi.

Salah satu mahasiswa yang ditangkap dan dibawa ke Polrestabes Makassar disebut dituduh membawa senjata tajam dan busur.

Namun, menurut keterangan solidaritas mahasiswa, tuduhan tersebut tidak terbukti dan mahasiswa itu akhirnya dibebaskan setelah mendapat pendampingan hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Pembebasan tersebut dilaporkan berlangsung pada Jumat (23/10/2026) pukul 20.29 WITA.

Mahasiswa Diduga Mengalami Pemukulan

Sebelum penangkapan, beredar video yang memperlihatkan seorang mahasiswa diduga menjadi korban pemukulan di Gedung PKM 1 Unhas.

Dalam keterangan yang disampaikan solidaritas mahasiswa, korban disebut dipukul, ditendang, hingga dilempari helm oleh sejumlah orang yang mereka sebut sebagai preman.

Mereka juga menuding petugas keamanan kampus membiarkan kejadian tersebut.

Akibat dugaan penganiayaan itu, korban dilaporkan mengalami memar di sejumlah bagian tubuh, antara lain belakang telinga, dahi, leher, pelipis, dan kepala bagian belakang.

Klaim mengenai keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam insiden tersebut disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dalam pernyataan sikap yang videonya dilihat fajar.co.id.

Solidaritas Sebut Penangkapan Sewenang-wenang

Perwakilan mahasiswa menilai tindakan terhadap peserta aksi tidak dapat dilepaskan dari kritik yang mereka sampaikan terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Kami dari aksi solidaritas terhadap penangkapan sewenang-wenang aksi di Unhas menyatakan bahwa aksi yang menyoroti masalah-masalah pada 2 tahun rezim Prabowo kian mencekik demokrasi dan kesejahteraan rakyat,” ujar mahasiswa tersebut, dikutip fajar.co.id dari akun Instagram @catatankakiunhas, Sabtu (24/10/2026).

Mereka menyebut aksi bertajuk Red Card 2 Tahun Prabowo-Gibran mendapatkan tindakan represif dari sejumlah pihak di lingkungan kampus.

“Di tengah situasi ini kawan-kawan Unhas melakukan aksi dengan isu Red Card 2 tahun Prabowo Gibran mendapatkan represif dari pihak kampus bersama dengan preman panggilan, satpam kampus, dan polisi,” tukasnya.

Dalam pernyataannya, perwakilan mahasiswa juga menuding terjadi pemukulan dan penangkapan terhadap peserta aksi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *