News

Mahfud MD Beri Nilai 4 untuk Prabowo-Gibran, Sebut Harus Ulang Ujian



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD memberikan nilai rata-rata 4 dari 10 terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam evaluasi dua tahun pemerintahan.

Mahfud menilai angka tersebut masih berada di bawah standar kelulusan. Ia mengibaratkan pemerintahan seperti mahasiswa yang belum memenuhi nilai minimum sehingga perlu mengulang ujian, bukan sekadar memperbaiki penampilan.

Penilaian itu disampaikan dalam diskusi bertajuk Indonesia yang Kita Wariskan: Keadilan, Demokrasi, dan Kesejahteraan yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya.

Diskusi tersebut turut menghadirkan Guru Besar Universitas Padjadjaran Prof. Susi Dwi Harijanti, pakar hukum tata negara Feri Amsari, pengamat politik Hendri Satrio, serta perwakilan mahasiswa.

Mahfud MD Sebut Nilai Pemerintah Belum Lulus

Mahfud menjelaskan, angka 4 tersebut merupakan hasil rata-rata penilaian para pakar yang mengikuti diskusi. Menurutnya, nilai itu belum mencapai batas minimum yang dianalogikan dengan standar kelulusan di perguruan tinggi.

“Kalau dirata-ratakan dari semua penilai, ini kira-kira cuma empat nilainya. Artinya ini belum lulus. Kalau orang kuliah kan belum lulus, minimal 5,75 baru dapat C atau enam,” kata Mahfud MD.

Ia mengakui terdapat sejumlah sektor pemerintahan yang mengalami perkembangan. Namun, menurut Mahfud, capaian secara keseluruhan masih belum memenuhi ekspektasi publik.

Karena itu, ia menilai angka tersebut perlu dibaca sebagai kritik terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan, bukan sekadar persoalan komunikasi atau cara pemerintah menyampaikan capaian kepada masyarakat.

“Harus Ngulang Ujiannya Dulu”

Mahfud menegaskan bahwa nilai rendah tersebut tidak cukup diperbaiki melalui upaya meningkatkan citra pemerintah. Ia menilai pembenahan harus menyentuh persoalan mendasar dalam tata kelola kebijakan.

Dalam analogi yang digunakannya, pemerintah tidak bisa sekadar menaikkan nilai melalui penampilan atau komunikasi publik apabila persoalan mendasarnya belum diselesaikan.

“Ini baru empat koma sekian,” sebutnya.

“Enggak bisa didongkrak, harus ngulang ujiannya dulu,” terangnya.

Pernyataan tersebut menekankan perlunya perbaikan substantif terhadap kinerja pemerintahan. Meski demikian, bahan pemberitaan yang tersedia belum merinci indikator penilaian setiap sektor maupun metode penghitungan skor secara lengkap.

Penilaian Berangkat dari Diskusi Para Pakar

Evaluasi Mahfud disampaikan dalam forum yang membahas keadilan, demokrasi, dan kesejahteraan. Kehadiran sejumlah akademisi, pengamat politik, serta perwakilan mahasiswa menjadi konteks penilaian yang disampaikan dalam diskusi tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *