Usulkan Jokowi Gantikan Kaesang, Kapten Haryanto Disebut Terancam Dipecat

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cirebon, Kapten Haryanto, diprediksi berpotensi kehilangan jabatannya setelah mendorong Joko Widodo (Jokowi) menjadi Ketua Umum PSI. Prediksi tersebut disampaikan pengamat politik Heru Subagia yang menilai manuver Haryanto dapat memicu persoalan internal partai.
Heru menilai usulan tersebut bukan sekadar pernyataan politik biasa. Menurut dia, dorongan agar Jokowi mengambil alih posisi ketua umum berpotensi mengabaikan kepemimpinan Kaesang Pangarep yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSI.
Ia juga menilai pengurus tingkat daerah perlu memahami batas kewenangan organisasi sebelum menyampaikan usulan terkait pergantian pimpinan pusat.
Heru Sebut Usulan Jokowi Jadi Ketum PSI sebagai Blunder
Heru menganggap langkah Haryanto mendorong Jokowi menjadi Ketua Umum PSI sebagai keputusan yang tidak matang. Ia bahkan memperkirakan manuver tersebut dapat berdampak terhadap posisi Haryanto di struktur partai.
“Panggung politik praktis kembali mempertontonkan atraksi sirkus yang menggelikan sekaligus mengenaskan. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada langkah ugal-ugalan , Kapten Haryanto,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Sabtu (16/10/2026).
Menurut Heru, dorongan terbuka agar Jokowi menggantikan Kaesang berpotensi menjadi kesalahan politik yang merugikan Haryanto sendiri.
“Manuvernya yang secara terbuka mendorong Jokowi untuk merebut kursi Ketua Umum PSI bukan sekadar pernyataan politik yang prematur, melainkan sebuah blunder fatal yang brutal dan berpotensi menjadi lonceng kematian bagi kariernya sendiri di Cirebon,” tukasnya.
Atas dasar itu, Heru memperkirakan Haryanto dapat dicopot dari jabatan Ketua DPD PSI Kabupaten Cirebon.
“Dalam waktu dekat, jangan kaget jika Kapten Hariyanto justru akan dilengserkan alias dipecat dari jabatannya secara tidak hormat,” sebut dia.
Pernyataan tersebut merupakan prediksi Heru. Dalam naskah sumber, belum terdapat keterangan mengenai keputusan resmi DPP PSI terkait sanksi terhadap Haryanto.
Heru Soroti Potensi Gesekan Jokowi dan Prabowo
Selain persoalan internal PSI, Heru menilai usulan menjadikan Jokowi sebagai ketua umum partai dapat membawa implikasi terhadap konfigurasi politik nasional.
Menurut dia, apabila Jokowi memimpin PSI, posisinya akan semakin langsung bersinggungan dengan kepentingan para ketua umum partai lain, termasuk Prabowo Subianto dan elite partai pendukung pemerintah.
“Secara potret nasional, usulan memposisikan Jokowi sebagai Ketua Umum PSI adalah tindakan yang sangat tidak matang. Jika Jokowi dipaksa atau didorong masuk menjadi ketua umum partai politik saat ini, hal itu akan mengubah total lanskap hubungan politik di lingkaran kekuasaan Prabowo-Gibran,” jelasnya.
Source link
