Serangan Kian Masif usai Putusan MK, PSI Garansi Gibran Jadi Presiden RI Usai Dampingi Prabowo 2 Periode

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, meyakini gelombang kritik dan gugatan hukum yang bertubi-tubi menerpa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak akan memadamkan karier politiknya.
PSI justru optimistis Gibran berpeluang besar naik kelas menjadi Presiden Republik Indonesia setelah menyelesaikan tugasnya mendampingi Presiden Prabowo Subianto selama dua periode.
Dian menilai eskalasi tekanan publik mengenai keabsahan latar belakang pendidikan Gibran pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) sangat identik dengan dinamika politik yang pernah dialami sang ayah, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
“Saya melihat Mas Gibran ini persis seperti melihat Pak Jokowi waktu dulu. Diuyak-uyak oleh penyerangnya itu sekian lama. Dari mulai menjabat diserang sampai hari ini, digugat di MK dan lain-lain,” kata Dian dalam tayangan di kanal YouTube Nusantara TV, dikutip Selasa (13/10/2026).
Alih-alih meruntuhkan elektabilitas, Dian memandang gelombang serangan tersebut justru menjadi ujian gemblengan yang akan membentuk kematangan kepemimpinan Gibran di masa depan.
“Saya jadi ada keyakinan suatu saat nanti Mas Gibran ini akan jadi Presiden setelah mendampingi Pak Prabowo dua periode,” ujarnya.
Lebih jauh, Dian menduga bahwa serangkaian gugatan dan polemik mengenai kualifikasi Gibran yang terus digulirkan kelompok oposisi merupakan bagian dari agenda sistematis untuk meruntuhkan pengaruh politik keluarga Jokowi. Ia mengungkit kembali narasi perlawanan yang pernah disampaikan oleh elemen penentang pemerintah.
“Tahun lalu Pak Mulyono yang mewakili gerakan merebut kembali kemerdekaan pernah mengatakan bahwa sampai kapan pun kami akan terus melakukan perlawanan dan menyerang keluarga Pak Jokowi karena kami tidak mau dipimpin oleh keluarga Pak Jokowi,” urai Dian.
Dian menegaskan bahwa bukti dokumentasi pernyataan sikap penolakan tersebut masih tersimpan dan dapat diakses oleh publik secara terbuka.
“Tayangan itu masih ada di YouTube dan inilah lanjutannya, serang-serangan terhadap Mas Gibran, Pak Jokowi, inilah yang terjadi hari ini,” imbuhnya.
Meskipun pertimbangan hukum MK terkait ketiadaan bukti fisik penyetaraan ijazah SMA Gibran kini dimanfaatkan oleh sejumlah aktivis untuk mendorong mekanisme hak angket di DPR, kubu pendukung pemerintah optimistis kepemimpinan duet Prabowo-Gibran tetap solid menjalankan roda pemerintahan.
(zak/fajar)
Source link
