News

Sempat Meredup, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.903 Per Dolar AS Jelang Akhir Pekan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi dengan kecenderungan menguat tipis menjelang penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (25/9/2026). Meski berhasil rebound singkat, rupiah masih tertahan di atas level psikologis Rp17.900 per dolar AS.

Mengutip data pasar spot, kurs mata uang Garuda menguat tipis 13 basis poin atau sekitar 0,07 persen ke level Rp17.903 per dolar AS, setelah sebelumnya berfluktuasi cukup rentan sepanjang hari.

Meskipun memerah tipis pada penutupan Jumat, secara akumulatif rupiah mencatatkan kinerja mingguan yang merosot. Dalam sepekan terakhir, rupiah melemah sebesar 0,82 persen jika dibandingkan dengan posisi Jumat (18/9/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.758 per dolar AS.

Kurs Jisdor Turun, Capai Rekor Terburuk 4 Bulan

Kondisi sebaliknya terjadi pada kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia. Kurs rupiah Jisdor tercatat masih terkoreksi pada perdagangan penutupan pekan ini.

Mata uang acuan Jisdor melemah 19 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp17.917 per dolar AS. Secara mingguan, kurs Jisdor mengalami pelemahan hingga 0,97 persen.

Pelemahan ini menandai tren koreksi mingguan terburuk bagi rupiah dalam kurun waktu empat bulan terakhir, dipicu oleh kombinasi sentimen negatif internal maupun eksternal.

Tertekan Capital Outflow dan Harga Minyak

Sepanjang pekan ini, pergerakan nilai tukar rupiah dihantam kombinasi tekanan eksternal dan domestik. Sentimen utama yang menekan pergerakan rupiah meliputi gelombang arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik serta melambungnya harga minyak mentah dunia.

Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia (BI) yang memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan ini sejatinya sudah diantisipasi oleh sebagian besar pelaku pasar, sehingga belum mampu menjadi pendorong kuat untuk mengangkat kinerja rupiah.

Merespons tekanan pada mata uang nasional, otoritas moneter memastikan akan terus bersiaga menjaga stabilitas. Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk berintervensi secara terukur di pasar valas guna mengawal pergerakan rupiah dari gejolak volatil berlebihan. (sam/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *