NewsTechnology

Scanggih Apa Huawei TruSense Sekarang? Bisa Pantau Paru-paru Sampai Asam Urat • Jagat Gadget


Shenzen, 24 September 2026 – Huawei TruSense kini sudah berkembang jauh dari sekadar sistem untuk membaca detak jantung atau jumlah langkah. Sistem ini sudah mampu menganalisis lebih dari 70 indikator kesehatan dan kebugaran yang mencakup enam dari delapan sistem utama tubuh manusia.

Seluruh perangkat baru Huawei yang diluncurkan pada 2025 dan 2026 sudah mengadopsi TruSense. Huawei kini lebih banyak mengembangkan algoritma dan pemodelan data di balik perangkat, sehingga kemampuan pemantauan bisa bertambah tanpa harus selalu mengubah bentuk perangkat kerasnya.

Huawei Watch GT7

Dari Tanda Vital, Kesehatan Paru-paru, Sampai Asam Urat

TruSense saat ini memantau lima tanda vital dasar secara berkelanjutan, yaitu detak jantung, tekanan darah, SpO2, laju pernapasan, dan suhu tubuh. Data tersebut dipantau sepanjang hari karena kondisi tubuh bisa berubah setelah olahraga, ketika tidur, maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Untuk tekanan darah, Huawei Watch D2 dan Watch D3 bisa memantau tren perubahan tekanan darah dalam rentang harian, mingguan, hingga bulanan. Data tersebut dapat membantu melihat perubahan kondisi yang mungkin tidak terlihat dari satu kali pengukuran.

Cakupan TruSense juga sudah meliputi sistem sirkulasi, pernapasan, saraf, endokrin, reproduksi, serta otot dan tulang. Di dalamnya terdapat indikator seperti detak jantung, tekanan darah dinamis, AFib, SpO2, laju pernapasan, tingkat stres, dan HRV.

Pada kesehatan paru-paru, Huawei mengembangkan analisis yang menggabungkan suara batuk, HRV, dan detak jantung. Data tersebut digunakan untuk membantu membedakan gejala flu biasa dengan potensi infeksi paru-paru.

TruSense juga dikembangkan untuk membaca perubahan tubuh sebelum gejala terasa. Huawei menyebut kenaikan resting heart rate lebih dari 10% pada malam hari bisa terdeteksi sebelum pengguna merasakan gejala flu.

Pemantauan juga mulai mencakup indikator kesehatan metabolik, termasuk indikator yang berkaitan dengan asam urat. Ini memperluas kemampuan TruSense dari pemantauan kondisi kardiovaskular dan kebugaran menuju kondisi tubuh yang lebih beragam.

Pemantauan Tidur Makin Detail

Huawei juga mengembangkan kemampuan analisis tidur dengan menggabungkan dua pendekatan. TruSense menggunakan Cardiopulmonary Coupling (CPC), yang menganalisis stabilitas fisiologis antara jantung dan pernapasan, bersama standar American Academy of Sleep Medicine (AASM) untuk membagi tahapan tidur.

huawei watch gt 7 health insights left 2x

Dengan cara tersebut, TruSense bisa menganalisis Light, Deep, REM, dan kondisi terjaga sekaligus melihat stabilitas fisiologis selama tidur. Huawei menyebut penggabungan kedua metode tersebut meningkatkan akurasi penilaian kualitas dan stabilitas tidur lebih dari 30%.

Fitur Sleep Tracker di TruSense Huawei tidak cuma bagaimana membaca tidur ketika pengguna diam di tempat tidur. Huawei juga sudah mengembangkan algoritma untuk menghadapi micro-motion, misalnya getaran ketika pengguna tidur di kereta atau pesawat.

TruSense menggunakan pemrosesan multimodal untuk memisahkan gangguan tersebut dari sinyal fisiologis. Dengan begitu, fase tidur tetap bisa dilacak meskipun lingkungan menghasilkan getaran dan noise seperti di kendaraan, bukan cuma di atas tempat tidur. Meski begitu, akurasinya perlu diuji lebih jauh.

Sensor dan Algoritmanya Ikut Berkembang

Huawei mengembangkan TruSense melalui perpaduan perangkat keras sensor dan algoritma. Sistem sensor optiknya menggunakan tiga modul optik multi-source untuk memperluas area pemancaran cahaya dan menjaga pembacaan ketika posisi jam bergeser atau tali sedikit longgar.

Arsitektur jalur optiknya juga menggunakan LED dengan beberapa panjang gelombang. Cahaya tersebut dapat menembus jaringan kulit pada kedalaman berbeda, mulai dari lapisan lemak hingga pembuluh darah yang lebih dalam.

b6257cf8bbc64e6fb376db6ebc413b61

Huawei menyebut arsitektur ini meningkatkan efisiensi deteksi sinyal hingga 15%. Huawei juga memisahkan jalur pemancar dan penerima cahaya secara fisik untuk mengurangi gangguan pantulan, sehingga kualitas dan kemurnian sinyal yang ditangkap meningkat lebih dari 20%.

Algoritmanya kemudian dirancang untuk menghadapi kondisi yang menyulitkan pembacaan sensor. Saat suhu dingin menyebabkan pembuluh darah menyempit dan sinyal denyut melemah, TruSense menggunakan pemodelan 3D dan rekonstruksi fitur fisiologis untuk menangkap kembali informasi tersebut.

Akurasi pemantauan detak jantung dinamis TruSense juga sudah diuji dan mendapatkan sertifikasi dari lembaga penguji global SGS Swiss.

Baca Juga: Mengintip Keseriusan Huawei Garap Wearable

Dikembangkan Bersama Mitra

Huawei tidak membangun TruSense sebagai sistem yang tertutup. Salah satu karakteristik yang ditetapkan Huawei adalah Open, sehingga sistem ini dapat diintegrasikan dengan platform riset ilmiah, institusi kesehatan, dan aplikasi pihak ketiga.

Ada pula karakteristik Iterable dan Flexible. Artinya, algoritma serta model TruSense dirancang untuk terus diperbarui dan dikembangkan, sekaligus dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai skenario dan integrasi industri.

Misalnya, Huawei berpartisipasi aktif dalam I-CARE4CV, yaitu konsorsium penelitian penyakit kardiovaskular (CVD) terbesar di Eropa. Huawei menjadi satu-satunya produsen perangkat cerdas yang terpilih untuk terlibat dalam riset medis ini.  Huawei juga bermitra dengan Kementerian Kesehatan Publik Thailand (Ministry of Public Health), dimana Kementerian Thailand, menunjuk Siriraj Hospital sebagai rumah sakit pusat untuk menguji dan menerapkan perangkat wearable Huawei dalam manajemen kesehatan masyarakat.

Kerja sama dengan pihak lain menjadi bagian penting dari pengembangan tersebut. Data yang dikumpulkan perangkat wearable dapat menjadi bagian dari penelitian kesehatan, sementara hasil penelitian dan pengembangan algoritma dapat kembali meningkatkan kemampuan sistem di perangkat Huawei.

Ke Mana TruSense Bakal Berkembang?

Melihat kemampuan yang sudah dikembangkan sekarang, TruSense bergerak dari sekadar mencatat kondisi tubuh menuju kemampuan mengenali perubahan fisiologis secara lebih cepat. Tanda vital, tidur, kesehatan pernapasan, indikator metabolik seperti asam urat, hingga berbagai sistem organ mulai dianalisis dalam satu ekosistem.

huawei watch gt 7 highlights compatibility 2x

Huawei juga terus mengembangkan kemampuan sistem untuk mendeteksi perubahan kondisi sebelum pengguna menyadarinya. Contohnya sudah terlihat dari pemantauan resting heart rate sebelum gejala flu muncul dan analisis berbagai parameter untuk melihat kondisi paru-paru.

Ke depannya, perkembangan TruSense akan sangat bergantung pada dua hal, yaitu semakin banyaknya data fisiologis yang bisa dikumpulkan dan kemampuan algoritma dalam mengolahnya. Huawei juga membuka sistem ini untuk penelitian dan integrasi dengan mitra, sehingga kemampuan TruSense tidak hanya berkembang dari sensor baru, tetapi juga dari riset dan model kesehatan yang terus diperbarui.






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *