DPR Minta Temuan Ombudsman soal Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong Didalami

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Temuan Ombudsman Republik Indonesia mengenai fasilitas berstandar apartemen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Cibinong, Bogor, Jawa Barat, mendapat perhatian dari DPR RI.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta komisi terkait di DPR mendalami temuan tersebut setelah Ombudsman melakukan inspeksi mendadak ke Lapas Cibinong pada Rabu (23/9/2026).
Dasco mengatakan DPR sejauh ini memantau informasi tersebut melalui pemberitaan yang berkembang. Ia kemudian meminta komisi yang membidangi urusan pemasyarakatan menjalankan fungsi pengawasannya.
“Tadi kita sudah sampaikan kepada komisi teknis,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.
Komisi XIII DPR Diminta Menjalankan Fungsi Pengawasan
Komisi yang dimaksud Dasco adalah Komisi XIII DPR RI yang menjadi mitra Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).
Menurut Dasco, temuan Ombudsman tersebut perlu didalami melalui fungsi pengawasan DPR. Pendalaman diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan serta memastikan informasi yang beredar dapat diperiksa melalui mekanisme pengawasan yang berlaku.
Pernyataan Dasco disampaikan setelah Ombudsman mengungkap temuan fasilitas yang dinilai memiliki kelengkapan seperti apartemen di area Lapas Cibinong.
Ombudsman Temukan Fasilitas Terpisah dari Blok Hunian
Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin mengatakan fasilitas tersebut ditemukan ketika tim melakukan inspeksi mendadak di Lapas Cibinong pada Rabu (23/9).
Menurut Fikri, lokasi fasilitas berada di bagian belakang lapas dan terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.
Ombudsman menemukan lebih dari 10 kamar yang tersebar di sejumlah bagian kawasan tersebut.
Fasilitas yang ditemukan disebut memiliki sejumlah perlengkapan rumah tangga, antara lain ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga peralatan memasak.
“Bagus, bagus sekali. Standar apartemen. Artinya walaupun kecil-kecil, kelengkapannya semua ada. Kelengkapan alat rumah tangga semua ada,” kata Fikri.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena fasilitas tersebut berada di dalam lingkungan lapas, tetapi memiliki kondisi yang berbeda dari blok hunian warga binaan pada umumnya.
Ada Warga Binaan yang Berada di Kawasan Tersebut
Dalam inspeksi tersebut, tim Ombudsman juga menemukan sekitar enam hingga tujuh orang yang diduga merupakan warga binaan berada secara terpisah di kawasan tersebut.
Namun, Fikri mengatakan Ombudsman belum dapat memastikan identitas maupun status seluruh orang yang ditemukan berada di fasilitas tersebut.
Keterangan mengenai identitas dan status mereka karena itu masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Ombudsman juga belum menjelaskan secara rinci dasar penempatan warga binaan di kawasan tersebut maupun siapa yang dapat menggunakan fasilitas tersebut.
Source link
