News

Chusnul Chotimah Skakmat Dedy Nur Palakka yang Sebut Kejengkelan ke Gibran karena Kalah di Pilpres



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Perdebatan terkait kritik berbagai kalangan terhadap Gibran Rakabuming Raka, terutama di tengah gugatan untuk mendiskualifikasi sebagai wakil presiden di Mahkamah Konstitusi (MK) tengah bergulir semakin jadi perhatian.

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka menilai bahwa kejengkelan politik sejumlah pihak terhadap Gibran lebih disebabkan karena pihak-pihak tersebut masih belum bisa menerima telah kalah pada pilpres 2024 lalu.

“Kejengkelan politik pada sosok Gibran Rakabuming Raka itu disebabkan oleh satu hal saja.

Mereka “kalah” lalu tidak terima karena mereka merasa ada banyak anak-anak bangsa yang lebih pantas dari Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi wakil presiden RI,” kata Dedy Nur Palakkang dikutip dari media sosialnya, Rabu (23/9/2026).

Terkait pernyataan politikus PSI tersebut, pegiat media sosial, Chusnul Chotimah langsung merespons. Dia menilai, asumsi PSI tersebut tidak berdasar mengingat pihak-pihak yang sebelumnya kalah di pilpres tetap memberi dukungan kepada pemerintahan Prabowo.

“Kalau alasannya karena kalah, maka kejengkelan tertuju ke Prabowo. Tapi faktanya semua pihak termasuk PDIP dan Demokrat mendukung Prabowo sampai 2029,” tandas Chusnul Chotimah.

Chusnul Chotimah lantas menyebut bahwa kritik masyarakat baik yang ditujukan kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semata-mata karena mereka melihat ada masalah, bukan karena jengkel akibat kekalahan sosok yang didukung pada pilpres lalu.

“Artinya serangan ke Jokowi dan Gibran bukan karena kalah menang pilpres tapi karena nabimu itu memang bermasalah. Bungul, bodoh, dungu,” tandas Chusnul Chotimah.

Sebagaimana diketahui, sosok Jokowi dan Gibran belakangan menjadi sorotan negatif berbagai kalangan. Salah satu pemicu utama kedua sosok tersebut jadi sasaran kritik karena terkait dengan masalah keabsahan ijazah.

Jokowi menjadi sorotan karena keabsahan ijazah sarjana dari UGM diragukan sejumlah pihak. Khusus polemik ijazah Jokowi ini, kasusnya kini telah bergulir di pengadilan yang mendudukan Roy Suryo dan dokter Tifa sebagai terdakwa, kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Jokowi.

Begitu juga dengan keabsahan penyetaraan ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka yang kini jadi sorotan luas setelah digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Pakar Hukum Tata Negara, Prof Denny Indrayana dan beberapa pihak lainnya.

Namun bergulirnya kedua kasus tersebut di ranah pengadilan, publik berharap segera ada kejelasan hukum sehingga polemik mengenai ijazah itu segera berakhir, mengingat kasus tersebut sudah berlarut-larut hingga beberapa tahun belakangan. (fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *